Kuota Nyaris Jebol, Pertamina Batasi Solar Bersubsidi di Timika

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa dirijen sebelum melakukan pengisian ulang BBM bersubsidi di SPBU Kompak, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu 14 November 2018. BBM yang dibeli masyarakat dari agen premium dan minyak solar di Krayan maupun SPBU Kompak di Krayan Selatan memberikan manfaat untuk aktivitas warga dan masyarakat pun merasakan BBM satu harga yang sama dengan kota lainnya di Indonesia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

    Pekerja memeriksa dirijen sebelum melakukan pengisian ulang BBM bersubsidi di SPBU Kompak, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu 14 November 2018. BBM yang dibeli masyarakat dari agen premium dan minyak solar di Krayan maupun SPBU Kompak di Krayan Selatan memberikan manfaat untuk aktivitas warga dan masyarakat pun merasakan BBM satu harga yang sama dengan kota lainnya di Indonesia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation (MOR) VIII Maluku-Papua mulai membatasi pasokan BBM jenis solar bersubsidi ke semua SPBU di Kota Timika. Sebab, penyaluran BBM Solar bersubsidi itu di wilayah Timika telah melampaui kuota. 

    Unit Manajer Communication, Relation & CSR MOR VIII Brasto Galih Nugroho yang dihubungi dari Timika, mengatakan pembatasan pasokan BBM jenis solar ke semua SPBU di Kota Timika telah dibahas sebelumnya oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat pada 19 Juli 2019.

    "Kami dari Pertamina bersama Disperindag Mimika sudah melakukan pertemuan pada 19 Juli 2019. Intinya kuota solar subsidi di Kabupaten Mimika yang diberikan oleh BPH Migas berdasarkan usulan Pemkab Mimika diproyeksikan akan over kuota hingga akhir 2019," jelas Brasto, Selasa 10 September 2019.

    Pertamina mencatat kuota solar subsidi Kabupaten Mimika sebesar 8.525 kiloliter. Sampai dengan Juli 2019 lalu, sudah tersalur sebanyak 8.089 kiloliter.

    Lantaran kondisi itu, pihak Pertamina dengan Disperindag Mimika menyepakati pembatasan penjualan solar di Timika per SPBU maksimal 8 kiloliter per hari.
    Selain itu, juga dilakukan pembatasan pengisian solar subsidi ke semua mobil yaitu maksimal 50 liter per hari, sementara untuk jenis truk maksimal 70 liter per hari.

    Brasto mengatakan pembatasan penyaluran solar subsidi tersebut agar kuota solar subsidi di Timika tidak jauh melebihi kuota yang ditetapkan BPH Migas. Adapun kuota solar subsidi pada 2020 akan diusulkan oleh Pemkab Mimika kepada BPH Migas selaku regulator yang berwenang menetapkan kuota BBM subsidi.

    Dalam kesempatan yang sama, Brasto mengimbau konsumen di Timika untuk dapat menggunakan Dexlite (varian solar nonsubsidi). Dexlite diketahui memiliki cetane number minimal 51 dengan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm, sementara solar subsidi memiliki cetane number minimal 48 dengan kandungan sulfur maksinal 2.500 ppm.

    Menurut Pertamina, Dexlite kini tersedia pada dua SPBU di Timika yaitu SPBU Sempan dan SPBU SP3 Kuala Kencana. "Dalam waktu dekat, Dexlite juga akan dijual di SPBU Hasanuddin," ujar Brasto.

    Sejak pembatasan pasokan solar subsidi ke SPBU di Kota Timika sejak dua pekan lalu, setiap hari terjadi antrean kendaraan terutama truk dan bus di enam SPBU Pertamina di wilayah itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.