400 Sekolah di Malaysia Tutup Akibat Kebakaran Hutan RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kapal kecil melintas di bawah jembatan Sungai Johor, kabut asap mengganggu dan membahayakan lalu lintas dan jasa transportasi lainnya. Hampir setengah dari 52 stasiun pemantauan polusi Malaysia di seluruh negeri kemarin mencatat kualitas udara

    Sebuah kapal kecil melintas di bawah jembatan Sungai Johor, kabut asap mengganggu dan membahayakan lalu lintas dan jasa transportasi lainnya. Hampir setengah dari 52 stasiun pemantauan polusi Malaysia di seluruh negeri kemarin mencatat kualitas udara "tidak sehat". Enam stasiun, termasuk satu di Kuala Lumpur, mencatat kualitas udara pada tingkat "sangat tidak sehat" dengan satu stasiun yang berada di pinggiran Ibu Kota dekat dengan level "berbahaya".Malaysia, 6 Oktober 2015. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Kualitas udara yang tidak sehat karena asap dan abu akibat amukan kebakaran hutan di Indonesia meluas ke negara-negara sekitar mulai dari Thailand hingga Filipina. Pemerintah Malaysia pun memutuskan menutup lebih dari 400 sekolahnya.

    Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 10 September 2019, Kementerian Pendidikan Malaysia menerangkan bahwa otoritas negeri ini telah memerintahkan penutupan sekolah-sekolah di negara bagian Sarawak.

    “Langkah tersebut dilakukan setelah kualitas udara mencapai level sangat tidak sehat, yang tampak antara 201-300 pada indeks kualitas udara,” ujar pihak kementerian, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Tak hanya Malaysia, kabut asap juga melanda wilayah selatan provinsi-provinsi di Filipina dan Songkhla di Thailand.

    Pemerintah Indonesia telah memperingatkan mengenai peningkatan jumlah hotspot (titik panas) tahun ini. Hal tersebut memantik kembali kekhawatiran akan berulangnya kabut mematikan yang melanda Singapura, serta sebagian wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand selama lebih dari sebulan pada 2015.

    Mengutip data satelit, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 8 September 2019 mengatakan bahwa lebih dari 2.500 hotspot yang tersebar di seluruh Asia Tenggara telah terdeteksi dalam sepekan terakhir.

    Meski kualitas udara di Singapura tampak "moderat" dengan pembacaan indeks polutan 85-97 pada Selasa sore, catatan ini lebih buruk dari 72-80 sehari sebelumnya, menurut data National Environment Agency. Angka di atas level 100 diketahui menunjukkan kondisi yang tidak sehat.

    Pemerintah Indonesia sendiri telah mengerahkan ribuan petugas militer, polisi, dan badan mitigasi bencana guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan di lebih dari 1.600 spot. Badan mitigasi bencana dinyatakan telah menggunakan 37 pesawat untuk pengeboman air, modifikasi cuaca, dan operasi hujan buatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.