Ibu Kota Baru, Kebakaran Lahan di Penajam Paser Utara Meningkat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik ITCI Hutani Manunggal di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Kementerian LHK menyatakan fungsi dan peruntukan kawasan hutan termasuk HTI dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah untuk alokasi ibu kota baru. ANTARA

    Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik ITCI Hutani Manunggal di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Kementerian LHK menyatakan fungsi dan peruntukan kawasan hutan termasuk HTI dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah untuk alokasi ibu kota baru. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, Nurlaila, mengatakan kebakaran lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dalam tiga hari terakhir meningkat "Terjadi 18 kebakaran lahan  dan disinyalir sengaja dibakar oleh warga pemilik lahan," ujar Nurlaila ketika ditemui, Selasa, 10 September 2019.

    Dalam satu hari kebakaran lahan di wilayah Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) bisa terjadi mencapai tujuh kali. Sebagian besar kebakaran lahan di wilayah Penajam Paser Utara tersebut menurut Nurlaila, terjadi di Kecamatan Penajam.

    BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara menduga kebakaran lahan yang terjadi di daerah itu faktor kesengajaan yang dilakukan masyarakat. "Kami duga ada faktor kesengajaan yang dilakukan warga melakukan pembakaran, tetapi tidak diawasi," ucap Nurlaila.

    Salah satunya lanjut ia, pembakaran sampah yang tidak diawasi, sehingga api menjalar ke lahan di sekitarnya dan terjadilah kebakaran. Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut mengakibatkan jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan Balikpapan menurun.

    Masyarakat dan perusahaan diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran apalagi tanpa diawasi, sebab dampaknya cukup luas termasuk merusak ekosistem hewan di sekitar.
    Setiap perusahaan diminta jangan hanya melindungi wilayahnya saja, tetapi juga harus berpartisipasi membantu melindungi masyarakat sekitar saat terjadi bencana.

    "Warga diimbau jangan membakar lahan dengan alasan apapun, apalagi tanpa adanya pengawasan karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas," tambah Nurlaila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?