Survei BI: Penjualan Eceran Tumbuh 2,4 Persen pada Juli 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjelang kenaikan harga BBM, penjualan suku cadang bekas meningkat hingga 80 persen. Aris Andrianto/Tempo.

    Menjelang kenaikan harga BBM, penjualan suku cadang bekas meningkat hingga 80 persen. Aris Andrianto/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan penjualan eceran pada Juli 2019 terindikasi mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang tumbuh 2,4 persen (yoy).

    Angka itu meningkat dari IPR pada bulan sebelumnya tumbuh -1,8 persen (yoy). "Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penjualan eceran kelompok suku cadang dan aksesori, dan kelompok makanan, minuman dan tembakau," kata Onny dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 September 2019.

    Dia mengatakan penjualan eceran diprakirakan tumbuh meningkat pada Agustus 2019. Hal tersebut terindikasi dari prakiraan pertumbuhan IPR Agustus 2019 yang meningkat menjadi 3,7 persen (yoy) ditopang peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori.

    Selain itu, kata dia, penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau dan kelompok peralatan Informasi dan komunikasi juga membaik sejalan dengan faktor musiman berupa maraknya promosi dan diskon penjualan menyambut perayaan hari raya kemerdekaan.

    Menurut Onny, hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang atau pada Januari 2020 diprakirakan akan menurun.

    "Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum atau IEH enam bulan yang akan datang sebesar 161,1 lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 162,5," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.