Kebijakan OPEC Tak Berubah, Harga Minyak Naik jadi USD 62,59

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    TEMPO.CO, JakartaHarga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir. Kenaikan harga komoditas ini salah satunya karena investor diyakinkan bahwa OPEC dan sekutunya akan terus memangkas produksi untuk membantu menyeimbangkan pasar minyak global.

    Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober menguat 0,43 persen atau 0,25 poin ke level US$ 58,10 per barel pada pukul 06.13 WIB perdagangan Selasa, 10 September 2019. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup menguat 2,4 persen atau 1,33 poin ke level US$ 57,85 per barel di New York Mercantile Exchange pada sehari sebelumnya.

    Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak November menguat 1,71 persen atau 1,05 poin dan ditutup di posisi US$ 62,59 per barel pada perdagangan Senin di ICE Futures Europe Exchange.

    Dilansir Bloomberg, harga minyak menguat setelah Menteri Energi Arab Saudi yang baru diangkat Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan tidak akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan OPEC+. Sebelum diangkat menjadi menteri, Pangeran Abdulaziz pernah menjabat sebagai deputi menteri selama belasan tahun dan dan menjadi menteri negara untuk energi sejak 2017.

    Komite inti OPEC+ akan bertemu di Abu Dhabi minggu ini untuk meninjau kemajuan kesepakatan pemangkasan produksi minyak mentah. Sementara itu, investor juga fokus pada apakah nasib perundingan perdagangan AS dan China menjelang pertemuan pada bulan Oktober.

    "Sebagian besar penguatan berasal dari berita Saudi. Tapi ada juga sejumlah optimisme dari perjanjian perdagangan di pertemuan yang akan datang," kata Phil Streible, analis pasar senior RJO Futures.

    Minyak mentah di New York naik untuk sesi kelima berturut-turut di tengah optimisme seputar kebijakan OPEC. Menteri energi Uni Emirat Arab menjanjikan dorongan untuk membuat semua anggota berkomitmen untuk mengekang pasokan.

    Sementara itu, menteri perminyakan Irak mengatakan baru-baru ini ada peningkatan produksi minyak karena permintaan domestik untuk listrik dan akan memompa lebih sedikit dalam beberapa bulan mendatang.

    "Meskipun tidak ada perubahan radikal dalam kebijakan minyak, perkembangan selama akhir pekan terus menggarisbawahi komitmen Saudi untuk menstabilkan pasar dan mendorong harga lebih tinggi," kata Michael Tran, analis komoditas di RBC Capital Markets.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.