Setelah Menguat, IHSG Diprediksi Bergerak Flat Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada awal perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif di zona hijau. Sementara indeks saham lain di Asia bergerak variatif.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG pada pagi hari ini naik tipis 0,02 persen atau 1,39 poin ke level 6.327,60 pada pukul 09.08 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara dalam perdagangan kemarin IHSG berakhir menguat 0,27 persen atau 17,26 poin di level 6.326,21, reli kenaikan hari perdagangan keempat berturut-turut.

    Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak flat pada perdagangan hari ini di tengah penantian pasar atas keputusan Bank Sentral Eropa. Pasar, menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, terlihat masih wait and see terhadap keputusan Bank Central Eropa (ECB) tentang kebijakan suku bunga simpanan yang akan diputuskan Kamis pekan ini.

    Selain itu, pasar menanti data infasi Agustus AS yang juga akan dipublikasikan Kamis  mendatang. Data ini menjadi salah satu indikator bank sentral AS The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya.

    Survei probabilitas menunjukkan probabilitas The Fed akan memangkas suku bunga pada rapat kebijakan moneter (FOMC meeting) pekan depan mencapai 93,5 persen. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak flat namun diharap berhati-hati dengan kemungkinan adanya aksi profit taking setelah IHSG ditutup menguat 4 hari berturut-turut,” seperti dikutip dari situs resminya, Selasa, 10 September 2019.

    Sebelum naik tipis, pergerakan indeks dibuka sedikit menguat 0,09 persen atau 5,51 poin di level 6.331,73 pagi ini. Enam dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin pertanian (+0,42 persen) dan infrastruktur (+0,39 persen). Tiga sektor lainnya bergerak di zona merah, dipimpin industri dasar yang terkoreksi 0,56 persen.

    Sebanyak 23 saham menguat, 5 saham melemah, dan 623 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 0,70 persen dan 0,24 persen menjadi penopang utama atas pergerakan IHSG.

    Sebaliknya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 1,08 persen dan 0,525 persen menjadi penekan utama sekaligus membatasi kenaikan indeks.

    Sementara itu, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing terpantau naik 0,38 persen dan 0,56 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,29 persen.

    Berbeda dengan IHSG, di Cina, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,37 persen dan 0,53 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,07 persen pukul 09.09 WIB.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.