Anak Buah Korupsi, Rini Soemarno Angkat Plt Dirut PTPN III

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo saat menghadiri Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo saat menghadiri Seminar Peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) BUMN di kantor KPK, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menunjuk Seger Budiarjo sebagai pejabat pelaksana tugas Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Selain menjadi pelaksana tugas Direktur Utama, Seger juga merangkap tugas dan jabatan sebagai sebagai Direktur SDM dan Umum. Jabatan ini sebelumnya mengalami kekosongan menyusul kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan eks dua direksi perseroan.

    KPK sebelumnya menetapkan Eks Dirut PTPN III Dolly P. Pulungan dan eks Direktur Pemasaran I Kadek Kertha Laksana sebagai tersangka dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III pada tahun 2019.

    “Keputusan ini berlaku mulai hari ini dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan didalamnya akan diadakan pembetulan sebagai mestinya,” kata Rini Soemarno di Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin 9 September 2019.

    Selain menetapkan Seger sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM, Rini juga menetapkan Ahmad Haslan Saragih untuk merangkap dua tugas dan jabatan sementara. Rini menunjuk Ahmad untuk merangkap jabatan sebagai pejabat pelaksana tugas Direktur Pemasaran dan sebagai Direktur Produksi dan Pengembangan.

    Adapun keputusan Rini Soemarno untuk menunjuk pejabat pelaksana tugas ini ditetapkan pada 09 September 2019 melalui surat No. SK-193/MBU/09/2019. Keputusan tersebut, berlaku sampai dengan diangkatnya Direktur Utama dan Direktur Pemasaran yang definitif.

    Dalam surat itu, selain menetapkan pelaksana tugas, Rini juga memberhentikan dua orang direktur PT Perkebunan Nusantara III. Dua orang yang diberhentikan tersebut adalah Dolly P. Pulungan sebagai Direktur Utama dan I Kadek Kertha Laksana sebagai Direktur Pemasaran PT Perkebunan Nusantara III.

    Sementara itu, pemberhentian sejumlah pejabat tersebut dilakukan karena keduanya diduga terlibat dalam perkara suap soal distribusi gula. Keduanya kini telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebagai tersangka. Adapun menurut KPK, Dolly diduga menerima uang suap senilai 345.000 dolar Singapura.

    Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Irwan Perangin-Angin menjelaskan bahwa penetapan pejabat pelaksana tugas Direksi Perseroan sangat diapreasiasi dan dinilai sebagai tindakan cepat dalam merespon situasi dan kondisi perusahaan agar operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik.

    “Kami berharap berharap keputusan ini bisa dijalankan dengan baik untuk melaksanakan transformasi bisnis yang sudah berjalan dan program kerja di lingkup Perkebunan Nusantara Group,” kata Irwan.

    DIAS PRASONGKO | BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.