Ibu Kota Baru, Begini Persiapan Bandara Sepinggan Balikpapan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura I (Persero) sedang mempersiapkan pengembangan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan hingga 30 juta penumpang per tahun untuk mengakomodasi ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

    Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan bahwa pengembangan tidak hanya dilakukan pada terminal atau sisi darat. Landasan pacu atau runway juga akan diperpanjang agar bisa melayani beragam jenis pesawat.

    "Bandara Balikpapan akan kami tambah kapasitasnya menjadi 30 juta penumpang per tahun. Pengembangan ini bisa dilakukan tanpa reklamasi," katanya, Senin, 9 September 2019.

    Saat ini, dia menambahkan kapasitas maksimal Bandara Balikpapan berkode BPN tersebut hanya 10 juta penumpang per tahun. Sepanjang 2018, realisasi jumlah penumpang hanya 7,5 juta orang dengan total populasi penduduk setempat sebanyak 600.000 jiwa.

    Penambahan kapasitas terminal tersebut, lanjutnya, masih berupa perkiraan awal. Namun, bila ditambah dengan permintaan akibat perpindahan ibu kota negara, kapasitas tersebut masih mencukupi.

    Dia menuturkan perpanjangan runway juga bisa dilakukan sebagai upaya penambahan kapasitas penumpang. Dimensi saat ini yang hanya 2.500 meter akan diperpanjang sebanyak 750 meter menjadi 3.250 meter.

    Nantinya, runway tersebut akan sanggup melayani penerbangan pesawat berlorong ganda (twin aisle) atau biasa dikenal wide body. Selama ini, penggunaannya hanya terbatas pada pesawat berlorong tunggal (single aisle).

    Perpanjangan tersebut mampu meningkatkan jumlah pergerakan pesawat dari 22 slotper jam menjadi 40 slot per jam. Selain pengaturan arus pesawat, runway juga akan dilengkapi oleh beberapa jalur keluar menuju apron (exit taxiway).

    Faik menjelaskan pengembangan terminal akan mencakup bangunan lama dan baru. Terminal lama akan diperbarui dan digunakan kembali, sementara lahan yang dibutuhkan diklaim sudah dibebaskan oleh pemda setempat dan siap untuk dibangun.

    Dia menuturkan investasi pengembangan bandara tahap awal tersebut tidak terlalu besar. Namun, angka pasti investasi yang diperlukan masih dalam proses penghitungan. "Penghitungannya masih nunggu laporan dari internal manajemen. Harus mengecek lapangan dulu," ujarnya.

    Apabila sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah pusat, Angkasa Pura I memperkirakan proses pembangunan hanya akan membutuhkan waktu 1 tahun sejak dimulai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.