Saat Susi Pudjiastuti Pamit ke Komisi IV DPR

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berfoto bersama dengan komisi IV DPR dalam rapat di masa periode akhir pemerintah dan DPR di gedung parlemen, Jakarta, Senin, 9 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berfoto bersama dengan komisi IV DPR dalam rapat di masa periode akhir pemerintah dan DPR di gedung parlemen, Jakarta, Senin, 9 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, Roem Kono terharu saat rapat pembahasan anggaran bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sebab, Susi pamit sebagai menteri kepada Komisi IV.

    "Tadinya saya tidak mau ngomong, tapi terharu, saya tidak ketemu ibu Susi lagi. Jadi pertama-tama saya atas nama pimpinan dan anggota sekalian, saya mengucapkan selamat kepada para menteri pak Amran (Sulaiman sebagai MenteriPertanian), ibu Susi, bu Siti (Nurbaya sebagai Menteri KLHK)," kata Roem di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

    Dia mengucapkan selamat, karena para menteri tersebut sudah lepas dan lepas tugas-tugas berat yang dihadapi selama ini. "Saya bisa membayangkan kalau presiden itu tidurnya hanya 4 jam berarti menterinya hanya tidur 3 jam, stand by selama tidak tidur dan kerja sangat berat," ujarnya.

    Mendengar hal itu, Susi terlihat mengangkat kedua tangannya tangannya sambil mengepal.

    Roem menilai prestasi tiga kementerian itu luar biasa. "Karena faktanya presiden kita incumbent menang. Peranan dari pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan sangat luar biasa dan peranannya dari komisi IV," ujar Roem.

    Dalam rapat itu, Susi Pudjiastuti pamit sebagai menteri ke Komisi IV DPR. Hal itu dia sampaikan karena masa jabatannya sebagai menteri akan habis bulan depan. "Officially yang saya tahu tanggal 20 nanti bulan depan saya selesai," kata dia.

    Dia menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan dan anggota Komisi IV yang selama ini menjadi mitra KKP. Juga dia menyampaikan terima kasih kepada Siti Nurbaya, Amran Sulaiman, dan Kepala Bulog Budi Waseso yang telah mendukungnya menjadi menteri.

    "So, saya mohon maaf kalau banyak kesalahan yang saya buat, terutama kekeraskepalaan saya yang kadang-kadang, tapi untuk kebaikan Indonesia, untuk obsesi saya bahwa kita bisa membetulkan sesuatu Indonesia adalah negara besar," kata Susi.

    "Dan saya pikir apa yang sudah terjadi dengan segala handicap kanan kiri sana sini, tapi saya pikir, kita bisa membuktikan Indonesia adalah negara maritim besar, terutama di bidang perikanan sekarang ini sudah luar biasa," ujarnya.

    Dia juga mengatakan neraca perdagangan perikanan saat ini nomor 1 di Asia Tenggara. Bahkan, kata dia, 16 persen tuna yang dimakan di dunia datang dari laut Indonesia.

    "Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, tapi ya saya akan menjalankan amanah, bukan untuk pribadi. Jadi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf, saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," ucapnya.

    Dia mengatakan banyak yang tidak pantas dan yang tidak sepatutnya dia lakukan sebagai menteri. "Tapi saya mencoba dengan segala intuisi saya untuk menjaga sebagai pejabat tinggi negara semampu saya, tapi banyak hal yang saya juga tidak bisa, saya hanya orang biasa," ujar Susi.

    Dia berharap Indonesia akan lebih baik berkat kerja sama parlemen dan eksekutif. Setelah mengucapkan hal itu, Susi Pudjiastuti disambut dengan tepuk tangan oleh para anggota Komisi IV dan peserta rapat.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.