Setelah Jokowi, Bos Bank Dunia akan Temui Luhut Panjaitan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sore ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan rencananya melangsungkan pertemuan dengan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A. Chaves. Pertemuan bakal diadakan di Kantor Luhut, Jakarta Pusat, pada pukul 16.00. Namun, belum diketahui agenda yang bakal dibahas keduanya dalam pertemuan tersebut.

    Bukan kali ini saja Rodrigo bertemu dengan pejabat pemerintahan dalam minggu ini. Terakhir, Rodrigo bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia mengingatkan pemerintah tentang pelemahan ekonomi global.

    "Risiko resesi pada ekonomi global meningkat, ada juga beberapa poin yang perlu diwaspadai pada situasi geopolitik saat ini. Indonesia perlu terus memonitor dan menyiapkan langkah," katanya, Senin, 2 September 2019.

    Chaves merekomendasikan agar pemerintah Indonesia terus memperbaiki defisit neraca berjalan dengan penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI). Menurut dia, cara itu paling baik untuk menambah modal dan juga memperbaiki aliran portofolio. Selain itu, menurut dia, pemerintah Indonesia perlu memberikan kepastian hukum terhadap investor asing. "Aturan mainnya harus jelas, stabil," tutur Chaves. 

    Dua hari kemudian, Jokowi mendadak menyampaikan kekesalannya kepada para menteri lantaran ada 33 perusahaan yang keluar dari Cina. Laporan itu diterima Jokowi dari Bank Dunia. Ia pun geram karena tak satupun dari perusahaan ini yang masuk ke Indonesia, tapi malah ke Vietnam, Kamboja, dan Malaysia.

    “Enggak ada yang ke Indonesia,” kata Jokowi pada 4 September 2019. Untuk itu, Jokowi meminta para menteri mulai menyederhanakan peraturan yang memperlambat perizinan. Selama ini, Bank Dunia memang juga sudah mencatat, perizinan di Indonesia membutuhkan waktu yang lebih lama dan jumlah prosedur yang lebih banyak ketimbang negara seperti Vietnam dan Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.