OPEC Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik jadi USD 61,61

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, TokyoHarga minyak di perdagangan Asia pada Senin pagi ini naik. Harga minyak mentah berjangka Brent--yang merupakan patokan global--naik tujuh sen menjadi diperdagangkan di US$ 61,61 per barel pada pukul 01.06 GMT (08.06 WIB).

    Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate Amerika Serikat diperdagangkan 20 sen atau 0,3 persen lebih tinggi pada US$ 56,72 per barel. “Tidak ada perubahan dalam minyak Saudi dan kebijakan OPEC. Pangeran Abdulaziz akan berupaya memperkuat kerja sama antara OPEC dan nonOPEC," kata seorang pejabat Saudi, Ahad, 8 September 2019.

    Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah seorang pejabat Arab Saudi mengatakan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan OPEC setelah Pangeran Abdulaziz bin Salman dijadikan menteri energi baru untuk negara pengekspor minyak mentah terbesar dunia itu, pada akhir pekan.

    Harga minyak tercatat menuju kenaikan hari keempat. Kenaikan harga komoditas itu juga didukung oleh komentar dari menteri energi Uni Emirat Arab yang mengatakan OPEC dan sekutunya berkomitmen menyeimbangkan pasar minyak mentah.

    Sebelumnya diberitakan Raja Arab Saudi menunjuk putranya, Pangeran Abdulaziz bin Salman, sebagai menteri energi pada hari Ahad, 8 September 2019. Pangeran Abdulaziz bin Salman menggantikan Khalid al-Falih dan untuk pertama kalinya menyerahkan portofolio kepada anggota keluarga kerajaan.

    Pangeran Abdulaziz telah lama menjadi anggota delegasi Saudi untuk Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Dia juga membantu menegosiasikan perjanjian saat ini antara OPEC dan negara-negara nonOPEC termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memotong pasokan minyak mentah global guna mendukung harga dan menyeimbangkan pasar.

    Adapun Menteri Energi dan Industri UEA Suhail al-Mazrouei mengatakan bahwa anggota OPEC dan produsen nonOPEC berkomitmen untuk mencapai keseimbangan pasar minyak. Ditanya tentang kemungkinan pengurangan produksi yang lebih dalam, menteri itu mengatakan pada konferensi pers di Abu Dhabi bahwa dia tidak khawatir dengan harga minyak saat ini, melainkan tingkat persediaan minyak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.