Liburan Natal 2019, Jalan Tol Cikampek Elevated Dioperasikan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan memadati gerbang tol Cikampek Utama KM 70 di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Ahad, 9 Juni 2019. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Sejumlah kendaraan memadati gerbang tol Cikampek Utama KM 70 di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Ahad, 9 Juni 2019. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Djoko Dwijono, menargetkan jalan tol Cikampek elevated dapat digunakan beroperasi secara fungsional pada akhir 2019.

    “Kami akan optimalkan sisa waktu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang ada. Jalan tol Jakarta—Cikampek II [Elevated]. Kami targetkan dapat digunakan secara fungsional pada akhir tahun untuk mendukung pelaksanaan arus mudik libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dan beroperasi penuh pada awal 2020,” katanya Djoko dalam siaran pers, Senin 9 September 2019.

    Jalan tol layang Jakarta—Cikampek merupakan ruas jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 s.d. Sta 47+500) dengan total panjang jalan 36,40 km. Jalan tol ini berfungsi untuk menambah kapasitas jalan tol Jakarta—Cikampek yang ada saat ini dan kerap mengalami kepadatan.

    Hingga akhir Agustus 2019, progres pekerjaan konstruksi jalan tol layang Jakarta—Cikampek II oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., yakni PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek telah mencapai 95,11 persen.

    Capaian ini masih sesuai dengan target penyelesaian pekerjaan konstruksi jalan tol tersebut pada akhir September 2019.

    Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk. Adrian Priohutomo mengatakan bahwa pekerjaan jalan tol layang Jakarta—Cikampek II (elevated) ini menyisakan 5 persen dari seluruh total konstruksi.

    Adapun, sisa pekerjaan yang cukup kritikal dalam proyek ini adalah ketergantungan masalah penyelesaian relokasi menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di KM 17 yang harus diselesaikan dalam periode waktu yang sangat ketat.

    Untuk mengatasi sisa pekerjaan tersebut, Jasa Marga akan lebih ketat dalam memonitor dan mengendalikan proses  penanganan SUTET di km 17, serta lebih luas lagi melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar didapat metode pelaksanan pengerjaan jalan tol yang lebih cepat dan aman.

    BISNIS
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?