Menhub Bandingkan Mobil Esemka dengan Honda di Jepang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek pengoperasian runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu, 8 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek pengoperasian runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu, 8 September 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai butuh suatu kebanggaan nasional agar mobil Esemka bisa berkembang, layaknya merek mobil lain di dunia. Menurut dia, wajar jika produk pertama dari Esemka belum sepenuhnya sempurna.

    “Honda itu waktu pertama kali juga berwajah buruk, tapi orang Jepang semua menggunakannya,” kata Budi saat ditemui di Kantor Airnav Indonesia, Minggu, 8 September 2019.

    Menurut Budi, produsen yaitu PT Solo Manufaktur Kreasi telah mempersiapkan mobil ini dengan cukup baik. Hal itu terbukti dari bangunan pabrik yang cukup besar, hingga layanan after sales service yang sudah disediakan oleh produsen. Terlebih, harganya juga dinilai  cukup kompetitif dibandingkan produk serupa. “Saya pikir dengan harga kompetitif secara tidak langsung orang mau membelinya,” kata dia.

    Tak hanya untuk pasar dalam negeri, Budi menyebut mobil Esemka yang baru saja diluncurkan berpeluang untuk diekspor ke negara-negara berkembang seperti Myanmar. Dia beralasan, Myanmar dan beberapa negara di sekitarnya bukanlah negara pabrikan mobil. “Jadi pasti hara kita kompetitif, itu salah satu contoh saja,” kata dia.

    Sebelumnya pada Jumat, 6 September 2019, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah meresmikan fasilitas produksi Esemka di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali, Jawa Tengah. Adapun jenis mobil Esemka yang sudah diproduksi massal yakni Tipe Bima 1.2 dan Bima 1.3 adalah tipe kendaraan niaga (pikap).

    Meski begitu, jumlah kendaraan yang sudah lulus uji tipe dari Kementerian Perhubungan sebenarnya sudah mencapai 12 tipe kendaraan. "Namun, untuk saat ini baru dua model yang diproduksi secara massal," kata Budi dalam acara peresmian tersebut.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan mobil Esemka jenis pikap ini memiliki keunggulan dari sisi harga ketimbang pikap lainnya. “Harganya kalau on the road sekitar Rp 105 jutaan. Di antara mobil pick up, ini paling murah,” kata dia.

    Kendati tergolong murah, menurut Budi Setiyadi, mobil pikap keluaran Esemka bisa mengaspal di berbagai medan seperti pikap lainnya. Mobil pikap Esemka Bima ini dirakit menggunakan mesin 1,2L dan 1,3L dengan bahan bakar jenis bensin. Adapun mobil-mobil itu tersebut kini sedang menjalani serangkaian pengujian untuk finalisasi produk.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.