Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Bikin Delay Berkurang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari Minggu 21 Juli 2019, meninjau proyek runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari Minggu 21 Juli 2019, meninjau proyek runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    TEMPO.CO, Banten - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin memastikan waktu tunggu bagi pesawat untuk take off dan landing bakal berkurang dengan dioperasikannya runway 3 Bandara Soekarno-Hatta atau Soetta, secara terbatas. Dengan demikian, potensi delay atau keterlambatan penerbangan pun bisa ditekan.

    "Mereka (pesawat) tidak perlu lagi holding dan parkir, bisa langsung landing," kata Awaluddin saat ditemui di Kantor Airnav Indonesia, Bandara Soetta, Minggu, 8 September 2019.

    Menurut dia, sebelumnya satu pesawat harus menunggu atau antre hingga 7 pesawat. Kini, hanya antre 4 pesawat saja. Pada momen lebaran, antrean bahkan bisa mencapai 10 hingga 13 pesawat. Nantinya, jika runway 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah beroperasi penuh, maka jumlah penerbangan pun akan semakin bertambah.

    Saat ini tercatat 75 sampai 81 take off dan landing per jam. Jika runway 3 Bandara Soekarno-Hatta beroperasi, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 100 per jam. Rata-rata penerbangan juga bisa meningkat, dari saat ini 1.300 per jam menjadi 1.500 per jam.

    Setelah sekian lama Bandara Soekarno-Hatto hanya memiliki dua runway, kini telah dibangun dan dioperasikan runway baru yaitu runway 3. Runway sudah dioperasikan selama satu bulan secara terbatas pada sebagian area seluas 2.400 meter kali 45 meter saja. Selain itu, runway 3 ini baru bisa dilintasi oleh pesawat Airbus 320 dan Boeing 737.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sunadi mengatakan pengerjaan memang masih terus dilakukan sampai saat ini. Lalu pada November 2019 nanti, runway 3 Bandara Soekarno-Hatta dioperasikan secara penuh dengan panjang 3000 meter dan lebar 60 meter. "Nanti semua tipe pesawat pun bisa melintas di sini," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.