Finlandia dan Swedia Lirik Investasi Energi di Aceh

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Farah Ratnadewi Indriani, menggelar konferensi pers tentang realisasi investasi triwulan II/2019 di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Farah Ratnadewi Indriani, menggelar konferensi pers tentang realisasi investasi triwulan II/2019 di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua negara Eropa dikabarkan tertarik untuk mengucurkan investasi di Aceh. Hal itu terungkap dari pertemuan antara Wali Kota Nanggroe Aceh Malik Mahmud  dengan duta besar kedua negara untuk membahas kerja sama di sektor energi, lingkungan hidup, pendidikan, hingga kesehatan.

    Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg menyampaikan keinginan negaranya untuk melakukan investasi di Provinsi Aceh dalam bidang energi dan lingkungan hidup. Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud pun menyambut baik keinginan Swedia dan menceritakan kondisi Aceh saat ini.

    "Aceh sekarang dalam tahapan membenahi diri dan pembangunan di berbagai sektor. Kita berharap Swedia dapat berpartisipasi dalam tahapan-tahapan pembangunan tersebut, terkhusus sektor ekonomi, teknologi, kesehatan dan pendidikan," jelas Malik Mahmud kepada Marina Berg di Kantor Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Jakarta Pusat, seperti dikutip Bisnis.com, Ahad 8 September 2019.

    Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Malik Mahmud mengatakan, dalam waktu dekat Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia akan berkunjung ke Aceh. Diharapkan, akan ada kerja sama yang bisa direalisasikan antara Aceh dan Pemerintah Swedia di masa depan.

    Malik Mahmud juga menceritakan perkembangan Provinsi Aceh pasca 14 tahun perdamaian kepada Marina Berg. Ia juga mengundang Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia menghadiri peringatan MoU Helsinki Ke 15 tahun pada Agustus 2020 mendatang.

    Dalam kesempatan lain, Malik Mahmud juga menawarkan investasi di Aceh kepada Duta besar Finlandia untuk Indonesia, Jari Sinkari. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Finlandia untuk Indonesia tersebut, Malik Mahmud menawarkan kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

    Kedutaan Besar Finlandia untuk Indonesia juga berjanji akan berkunjung ke Aceh dalam waktu dekat. untuk melihat peluang investasi. "Adapun tujuannya adalah untuk melihat dari dekat potensi Aceh, sehingga dapat dilakukan kerja sama dengan Pemerintah Filandia," ujar Malik Mahmud.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.