Mulai November 2019, Kereta Api Logistik Bakal Buka Keagenan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Kereta Api Logistik dan PT Lion Express (Lion Parcel) meresmikan kerja sama pengiriman barang di Kantor Pusat Lion Parcel, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 8 Februari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    PT Kereta Api Logistik dan PT Lion Express (Lion Parcel) meresmikan kerja sama pengiriman barang di Kantor Pusat Lion Parcel, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 8 Februari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Logistik segera membuka keagenan untuk para pengusaha yang mau berbisnis logistik. Sistem keagenan itu direncanakan diluncurkan Oktober atau November 2019.

    "Kami akan mulai membuka diri untuk ekspansi dengan menjalin kerja sama dengan setiap orang, dengan agen-agen, kalau sekarang kan masih fokus di stasiun," ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama PT KA Logistik Hendy Helmy di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019.

    Saat ini, angkutan barang retail alias layanan kurir per hari sudah hampir 1.600 ton. Besaran itu sudah hampir mencapai kapasitas maksimum di Jawa untuk layanan kurir. "Untuk barang antaran, kalau kontainer sudah sangat besar."

    Langkah itu, kata Hendy, adalah salah satu cara untuk merebut pangsa pasar perdagangan digital alias e-commerce yang belakangan dinilai cukup besar nilainya. Sebab, saat ini porsi e-commerce dalam angkutan KA Logistik masih sangat kecil, yaitu masih di bawah 10 persen.

    Kereta Api Logistik membidik pendapatan RP 1,1 triliun pada 2019.  Target itu 18,5 persen lebih tinggi dari realisasi pendapatan 2018 yang mencapai Rp 928,5 miliar, namun masih di bawah kenaikan dari tahun 2017 yang sebesar 27 persen. "Kami hanya menargetkan Rp 1,1 triliun karena tahun ini kami sedang konsolidasi, itu baru target dasar kita," kata Hendy.

    Ia berharap perubahan sistem organisasi di perseroan bisa menggenjot pendapatan perseroan hingga Rp 1,5 triliun. Kendati ia belum mau mematok target tinggi itu lantaran rencana-rencana bisnis itu masih dalam tahap penjajakan. "Kami pasang target Rp 1,1 triliun dulu, tidak lebih rendah dari tahun lalu lah."

    Adapun konsolidasi organisasi yang dimaksud Hendy adalah perubahan konsep bisnis dan keorganisasian yang akan berfokus kepada proses bisnis. Dulu, model pengemangan seperti ini sudah dilakukan. Hanya saja, ia mengatakan ada bisnis-bisnis baru yang mesti dihidupkan kembali.

    Bisnis yang akan dikembangkan misalnya layanan terminal. "Kami punya lahan cukup besar tapi belum dioptimalkan, hanya bagian pendukung," ujar Hendy. Ke depan, layanan itu juga akan menjadi bisnis dasar juga. Ia meyakini ke depannya terminal bisa menjadi entitas bisnis tersendiri yang menguntungkan. "Jadi kami membuat organisasi yang tidak hanya fokus kepada angkutan, tapi kepada gudang terminal dan lainnya."

    Melansir Antara, PT KA Logistik tercatat mengalami pertumbuhan volume angkutan barang rata-rata 18,8 persen setiap tahun dan pertumbuhan ini akan terus terjaga hingga lima tahun ke depan. Pertumbuhan yang sangat positif itu tetap terjadi walaupun masih banyak kendala belum teratasi.

    Salah satu kendalanya adalah dominasi barang masih satu arah, yakni Jakarta ke Surabaya hingga kapasitas penuh. Sementara arah Surabaya ke Jakarta ke Surabaya hanya terisi 20-40 persen dari kapasitas armada.

    Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulmafendi mengatakan peran kereta api dalam angkutan barang masih sangat kecil, yakni hanya satu persen dari total pengangkutan.

    Sebesar 90 persen pengangkutan, masih dilakukan angkutan truk, namun pertumbuhan volume barang yang diangkut tiap tahun terus meningkat. Jika pada 2016 volume barang hanya 32,49 juta ton, tahun 2017 meningkat menjadi 40 juta ton, dan tahun 2018 naik lagi menjadi 45,2 juta ton.

    "Ada banyak kelebihan yang didapat dengan pengangkutan kereta api. Misalnya kepastian waktu, kapasitas angkut yang besar, efisien, emisi gas buang yang rendah, dan keamanan,” katanya. Namun, kata dia, pengangkutan dengan kereta barang juga mempunyai kekurangan, seperti belum adanya layanan dari pintu ke pintu  sehingga biaya penanganan lebih mahal dibanding moda truk.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.