Tawuran di Stasiun Manggarai, Dirut KAI: Belum Ada Kerusakan Aset

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro memastikan tawuran yang terjadi di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, beberapa waktu lalu belum menimbulkan kerugian material maupun kerusakan aset di Stasiun Kereta Api.

    "Secara prinsip enggak ada (kerugian nominal), maupun kerusakan aset, hanya keterlambatan," ujar Edi di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019.

    Sebab, setelah tawuran terjadi, kereta bisa kembali beroperasi. Namun, ia berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari. Apalagi belakangan ia membaca tawuran ini juga kerap melibatkan pembakaran. "Harapannya aset kita jangan ada yang rusak."

    Ihwal tawuran yang terjadi berkali-kali, menurut Edi imbasnya adalah kepada kelancaran lalu lintas kereta api. Belum lagi, Manggarai adalah hub utama kereta api KRL yang selalu dilintasi. Sehingga, kalau satu kereta saja tersendat di sana, maka kereta yang lain juga ikut tersendat.

    "Kami berharap tidak ada lagi gangguan seperti ini dan masyarakat sadar areal tersebut berbahaya. karena kalau krl tak diberhentikan takutnya ada yang celaka," ujar Edi. "Kami harap itu tidak terjadi lagi, kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan kepolisian."

    Sebelumnya Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan tawuran antar warga di sekitar Stasiun Manggarai dimulai pada pukul 16.14 WIB, Rabu, 4 September 2019. Tawuran tersebut sebelumnya sempat membuat perjalanan commuterline terganggu.

    Namun, PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan kondisi itu mencair pukul 17.24. kereta yang hendak melintas Stasiun Manggarai pun dapat melanjutkan perjalanan. Namun, dampak dari kendala perjalanan sebelumnya yang terhambat membuat terjadi antrian KRL yang akan berangkat maupun tiba di Stasiun Manggarai.

    YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.