Kereta Bandara Adi Soemarmo Ditargetkan Beroperasi Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berada di dalam kereta bandara saat perjalanan menuju stasiun BNI City, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Kereta ini menjadi alternatif transportasi menuju bandara tanpa harus terganggu dengan kemacetan jalan. ANTARA/Nova Wahyudi

    Penumpang berada di dalam kereta bandara saat perjalanan menuju stasiun BNI City, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Kereta ini menjadi alternatif transportasi menuju bandara tanpa harus terganggu dengan kemacetan jalan. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin kereta Bandara Solo dengan rute Stasiun Solo Balapan - Bandara Adi Soemarmo segera beroperasi mulai bulan Oktober mendatang. Hal itu dia sampaikan saat membuka Focus Group Discussion bertema Infrastruktur Transportasi Untuk Konektivitas Joglosemar yang diselenggarakan di Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo.

    "Kereta Bandara akan dioperasikan Oktober. Sementara ini kita pikirkan menghubungkan dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo. Tapi nanti ada juga pola dari Stasiun Solo ke Jogja," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 September 2019.

    Dia mengatakan sampai dengan saat ini, progress pembangunan Kereta Bandara sudah mencapai 96 persen. "Sekarang ini prosesnya sudah 96 persen, kurang 4 persen saja. Tinggal satu titik saja. Kita konsinyasi tanahnya, langsung konstruksi tidak sampai satu bulan kemudian sudah bisa beroperasi," ujarnya.

    Kereta Bandara dari Stasiun Solo Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo memakan waktu tempuh selama 20 menit dengan total panjang jalur yaitu 12,97 kilometer. Rencananya, kereta bandara akan menggunakan 1 train set dan melakukan perjalanan sebanyak 32 trip dalam per hari dengan headway rata-rata 63 menit. Kecepatan kereta akan berkisar dari 75 km per jam - 80 km  per jam.

    Menurut Budi Karya, kereta Bandara Adi Soemarmo merupakan salah satu bentuk dukungan dari Kementerian Perhubungan guna mendorong sektor pariwisata pada kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang atau Joglosemar.

    Dia berharap ekonomi negara terus tumbuh, dengan diiringi investasi. Adapun investasi yang bagus itu salah satunya di pariwisata. "Sehingga kita berikan dukungan suara penuh untuk pengembangan pariwisata. Kita berikan dukungan untuk membangun bandara, jalan, kereta, kapal dan sebagainya," kata Budi Karya.

    Khusus Joglosemar, kata dia, Bandara di Kulonprogo sudah terbangun, tetapi tidak cukup hanya itu. Dia sedang memikirkan untuk memaksimalkan kereta yang menghubungkan dari Semarang, Solo, Jogja, Kulonprogo, Purwokerto lalu balik lagi ke Semarang. Sehingga turis bisa keliling di kota-kota itu.

    Selain itu, kata Budi Karya, konektivitas antar moda juga menjadi perhatian bagi pemerintah. Salah satu contohnya di Kota Solo adalah koneksi antara Terminal Tipe A Tirtonadi dengan Stasiun Balapan Solo yang terhubung oleh sky bridge.

    "Pak Jokowi juga memikirkan satu pemikiran dari transportasi yaitu kelengkapan antar moda itu harus terhubung baik dari yang kecil sampai yang besar. Sehingga Tirtonadi sekarang langsung terkoneksi ke Stasiun Solo Balapan, jadi contohnya orang Wonogiri bisa naik bus ke Tirtonadi kemudian langsung ke Balapan dan langsung ke bandara," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.