Resmi Diluncurkan, Ini Harga Esemka Bima dan Garuda Off The Road

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Esemka prototipe di pabrik perakitan Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 7 September 2019.

    Mobil Esemka prototipe di pabrik perakitan Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 7 September 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemarin meresmikan pabrik mobil dalam negeri PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali. Peresmian ini juga menandai debut terbuka mobil merek Indonesia di pasar otomotif nasional.

    Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya saat peresmian pabrik tersebut sudah mengumumkan harga pickup Esemka Bima 1.2 dan 1.3 di kisaran Rp 110 juta per unit.  Sementara harga SUV Esemka Garuda 1 diperkirakan masih di bawah Rp 280 juta.

    Perkiraan harga Esemka Garuda 1 itu didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 2019. Beleid itu mengatur nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Esemka Bima 1 adalah Rp 81 juta, sedangkan SUV Esemka Garuda 1 Rp 209 juta.

    NJKB merupakan penghitungan nilai jual kendaraan bermotor sebelum memperhitungkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan biaya-biaya ikutan lainnya.

    Karena penghitungan BBNKB berbeda-beda di setiap daerah atau provinsi, harga yang dipaparkan saat ini adalah harga off-the-road Esemka Bima 1.2 dan Garuda 1 setelah memperhitungkan PKB untuk kedua mobil itu.

    Menurut Permendagri Nomor 4/2019, PKB untuk kendaraan penumpang sebesar 30 persen dari Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB). Oleh karena itu, harga off-the-road Esemka Bima 1.2 dan Garuda 1 dihitung setelah memperhitungkan NJKB, bobot kendaraan, dan DP PKB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.