Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan II 2019 Tumbuh 5,43 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menurunkan bawang dari kapal kayu ketika mereka tiba dari Balikpapan di sebuah pelabuhan di Kabupaten Penajam Paser Utara, provinsi Kalimantan Timur, 28 Agustus 2019. Penajam Paser Utara adalah wilayah yang awalnya masuk Kabupaten Paser. Namun atas inisiatif sejumlah masyarakat, Penajam Paser Utara menjadi kabupaten sendiri pada 2002. REUTERS/Willy Kurniawan

    Orang-orang menurunkan bawang dari kapal kayu ketika mereka tiba dari Balikpapan di sebuah pelabuhan di Kabupaten Penajam Paser Utara, provinsi Kalimantan Timur, 28 Agustus 2019. Penajam Paser Utara adalah wilayah yang awalnya masuk Kabupaten Paser. Namun atas inisiatif sejumlah masyarakat, Penajam Paser Utara menjadi kabupaten sendiri pada 2002. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Samarinda -Provinsi Kalimantan Timur atau Kaltim pada triwulan II 2019 mengalami pertumbuhan ekonomi 5,43 persen (yoy). Namun angka ini turun dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,46 persen.

    "Pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II tercatat lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 5,05 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonsia (BI) Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono di Samarinda, Jumat, 6 September 2019.

    Kinerja lapangan usaha utama yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II adalah pertambangan dan industri pengolahan. Keduanya tumbuh lebih tinggi ketimbang periode sebelumnya.

    Akselerasi lapangan usaha pertambangan dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan. Cuaca pada paruh pertama 2019 yang lebih kering memberikan dukungan bagi peningkatan produksi di open pit batu bara.

    Sedangkan di sisi permintaan, peningkatan permintaan batu bara yang cukup tinggi dari Cina mampu mendorong kinerja ekspor Kaltim. Peningkatan permintaan batu bara tersebut sejalan dengan aksi frontloading importer batu bara dari Tiongkok, menyusul rencana kebijakan restriksi impor oleh Pemerintah Cina.

    Sementara itu, lanjut dia, akselerasi kinerja lapangan usaha industri pengolahan bersumber dari beroperasinya kembali secara normal kilang minyak di Balikpapan, setelah adanya perawatan rutin di triwulan sebelumnya.

    Di sisi industri pengolahan nonmigas, kinerja industri minyak kelapa sawit (CPO) terus membaik yang didorong oleh optimalisasi penggunaan B20, termasuk upaya pengembangan B30 serta permintaan dari eksternal yang cukup tinggi.

    Namun ia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2019 Provinsi Kaltim mengalami perlambatan, yakni tetap tumbuh positif namun lebih rendah ketimbang triwulan II yang tumbuh 5,43 persen.

    Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kaltim akibat permintaan eksternal untuk komoditas batu bara yang mulai menurun, padahal pendongkrak utama ekonomi Kaltim adalah batu bara.

    Pemerintah Cina, lanjut dia, mulai menerapkan restriksi impor per Juli 2019 untuk menjaga target impor batu bara sesuai target akhir tahun 2019. “Langkah ini juga diambil untuk mendukung penjualan batu bara domestik Tiongkok yang mulai kehilangan daya saingnya karena harga di pasar internasional terus turun,” ucap Tutuk. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.