Hoax Berkurang, Blokir Internet di Papua Dibuka Total Hari Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan koalisi masyarakat sipil #NYALAKANLAGI sekaligus Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto (kiri) saat menyerahkan surat somasi dan petisi permintaan penyalaan kembali akses internet di Papua dan Papua Barat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Jumat 23 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Perwakilan koalisi masyarakat sipil #NYALAKANLAGI sekaligus Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto (kiri) saat menyerahkan surat somasi dan petisi permintaan penyalaan kembali akses internet di Papua dan Papua Barat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Jumat 23 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana membuka total blokir internet di Papua dan Papua Barat pada hari ini, Jumat, 6 September 2019. "Hari ini rencananya kami buka seluruhnya, tapi belum tahu, harus kita koordinasikan," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu di kantornya, Jakarta.

    Ferdinandus mengatakan salah satu pertimbangan pembukaan blokir itu lantaran persebaran berita bohong alias hoaks terus menurun sejak mencapai puncaknya pada 1 September 2019 yang mencapai sekitar 500 ribu URL. Ia mengatakan pembukaan blokir itu memang perlu dibuka bertahap lantaran luasnya wilayah di sana.

    "Kan Papua itu luas, 29 kabupaten di Papua da 13 Kabupaten di Papua Barat, besar sekali," ujar dia. Karena itu, kementeriannya masih akan melakukan evaluasi dan meninjau perkembangan yang terjadi di lapangan. "Jadi kita harus lebih detail mengenai kabupaten mana yang bisa dibuka."

    Pemerintah secara bertahap telah membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Papua dan Papua Barat mulai Rabu, 4 September, 23.00 WIT. Hal itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan instansi penegak hukum dan aparat keamanan, serta mempertimbangkan sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.

    Dalam keterangan tertulisnya, Rabu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan pembukaan blokir atas layanan data internet dilakukan di 19 kabupaten di Provinsi Papua. Kabupaten tersebut yakni, Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Sarmi. Untuk sepuluh kabupaten yakni Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire masih terus dipantau situasinya.

    Pemerintah juga membuka blokir internet di sepuluh kabupaten di Provinsi Papua Barat yakni Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak. Sedangkan Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari masih terus dipantau situasinya.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.