Ditutup Tipis, Rupiah Diprediksi Menguat di Akhir Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat atau akhir pekan, diprediksi masih melanjutkan penguatan dari hari sebelumnya. Pada pukul 10.04 WIB, rupiah menguat 8 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 14.147 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.155 per dolar AS.

    "Dalam transaksi hari ini, rupiah kemungkinan masih akan menguat walaupun ditutup tipis antara 5-15 poin," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, 6 September 2019.

    Menurut Ibrahim, strategi pemerintah untuk menahan gejolak global yang sewaktu-waktu dapat kembali memanas dengan meningkatkan aktivitas ekonomi salah satunya melalui sektor perpajakan, dapat menjadi katalis positif bagi rupiah.

    Sebelumnya pemerintah sudah menerapkan kebijakan pengampunan pajak, namun kebijakan tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan negara.

    Ada dua agenda besar pemerintah yang akan dijalankan yaitu reformasi regulasi perpajakan yang segera dituntaskan sehingga betul-betul menunjang daya saing ekonomi dalam negeri. Lalu, adanya kebijakan perpajakan yang semakin kompetitif mengikuti "best practice" internasional, serta menaikkan investasi dan ekspor.

    "Dengan informasi yang positif dari dalam negeri tersebut, kemungkinan dalam akhir pekan arus modal akan kembali masuk sehingga rupiah kembali menguat," ujar Ibrahim.

    Ibrahim memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.130 per dolar AS hingga Rp 14.185 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.140 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.153 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.