IHSG Dibuka Menguat Seiring Positifnya Bursa Saham Regional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, 5 September 2019, dibuka menguat seiring positifnya bursa saham regional Asia.

    IHSG dibuka menguat 24,62 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.294,28. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7 poin atau 0,72 persen menjadi 983,79.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, di tengah ketidakpastian perang dagang yang berlanjut, untuk sementara muncul katalis yang menghilangkan kekhawatiran pelaku pasar yakni redanya tensi politik di Hong kong.

    "Sentimen ini menjadi salah satu pemicu bagi saham AS yang ditutup menguat pada Rabu, dan diperkirakan menjadi dukungan bagi IHSG untuk turut menguat," ujar Alfiansyah.

    Tindakan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang secara resmi mencabut RUU Ekstradisi dalam pengumuman formal Selasa (4/9) lalu, membuat pasar optimis akan ada kedamaian di pusat keuangan itu.

    Sebelumnya pasar mengkhawatirkan penanganan Hong Kong, terutama jika Cina memilih menggunakan militernya untuk menenangkan demonstrasi.

    Dari eksternal lainnya, Trump menekan Cina agar melakukan kesepakatan dagang sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020 atau menghadapi negosiasi yang lebih berat jika dia kembali terpilih sebagai presiden.

    Dalam pernyataan lainnya, Trump mengatakan bersama-sama dengan Uni Eropa dan negara lainnya AS akan menekan praktik perdagangan Cina.

    Selain IHSG, bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 452,62 poin (2,19 persen) ke 20.101,76, indeks Hang Seng menguat 95,69 poin atau 0,36 persen ke 25.618,92, dan indeks Straits Times menguat 13,12 poin (0,42 persen) ke posisi 3.143,69.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.