Jawa Barat Incar Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Jatigede

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin, 9 Juli 2018. Selain digunakan sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede juga dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW.  ANTARA

    Foto udara suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin, 9 Juli 2018. Selain digunakan sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede juga dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan, pemerintah Jawa Barat tengah meminta pemerintah pusat agar memutuskan Pelaksana Penanggung Jawab Kegiatan (PJKP) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) waduk Jatigede, di Sumedang diserahkan pada Gubernur Jawa Barat.

    “Sekarang sedang menentukan PJKP, itu bisa di pusat oleh Menteri PUPR, atau di pemerintah provinsi Jawa Barat oleh Pak Gubernur,” kata dia di Bandung, Selasa, 3 September 2019.

    Dicky mengatakan, usulan tersebut sudah disampaikan. Namun belum diputuskan. Menurut dia, posisi PJPK tersebut strategis jika dipegang oleh Gubernur Jawa Barat.

    Dia mengatakan jika dipegang Jawa Barat, mereka punya rentang kendali lebih luas dalam menangani proyek itu. Pemerintah Jawa Barat pun bisa memberikan pilihan-pilihan lebih kaya untuk pemanfaatan proyek itu ke depan.

    Dicky mengatakan, pemerintah Jawa Barat menginginkan dengan penunjukan PJPK tersebut, bisa menempatkan PT Tirta Gemah Ripah, BUMD milik Jawa Barat, mengambil peran strategis dalam pengelolaan SPAM Jatigede. “Saya pikir TGR akan menjadi BUMD yang prospektif nantinya, karena air adalah barang yang sangat strategis ke depannya,” kata dia.

    Dicky mengatakan, SPAM Jatigede merupakan satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Barat. “Dan sekaligus proyek strategis kita yang akan dilaksanakan di tahun 2019 ini. Kita harapkan tahun 2023 selesai,” kata dia.

    Dicky mengatakan, pengembangan SPAM Jatigede disiapkan dengan skema KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha). Investasinya kurang lebih Rp 2 triliun, dengan mekanisme KPBU,.

    Konstruksi SPAM Jatigede dibagi beberapa bagian. Yakni konstruksi intake untuk pengambilan air baku dari Waduk Jatigede, lalu fasilitas pengolahan air baku, terakhir jaringan distribusinya. “Pengolahan air baku ini yang akan di KPBU. Kurang lebih (nilai investasinya) Rp 500 miliar,” kata dia.

    Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jawa Barat, Linda Al Amin mengatakan, saat ini waduk Jatigede di Sumedang sudah dimanfaatkan untuk menjadi pemasok air untuk saluran irigasi rentang untuk areal pertanian padi di Majalengka dan Cirebon. “Luasnya (areal lahan pertanian yang dipasok) hampir 89 ribu hektare. Sebelum ada Jatigede, itu tidak bisa 3 kali tanam,” kata dia, di Bandung, Selasa.

    Linda mengatakan, waduk Jatigede juga disiapkan untuk memasok air baku hingga pembangkit listrik. “Terutama untuk irigasi, 90 persennya buat irigasi,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.