Pelabuhan Jayapura Beroperasi Normal Pasca Kerusuhan Pekan Lalu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Korps Marinir TNI AL  berjaga di Pelabuhan Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Pengamanan tersebut dilakukan pascaunjuk rasa warga Papua pada 29 Agustus lalu. ANTARA

    Prajurit Korps Marinir TNI AL berjaga di Pelabuhan Jayapura, Papua, Minggu, 1 September 2019. Pengamanan tersebut dilakukan pascaunjuk rasa warga Papua pada 29 Agustus lalu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, pekan lalu, Pelabuhan Jayapura beroperasi normal hari ini, Selasa, 3 September.

    "Untuk sementara keadaan pelabuhan lancar dan aman," ujar Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura Mirza Polpora kepada Tempo, Selasa, 3 September 2019.

    Ia terus berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut satuan Marinir dan Polri serta masyarakat di sana terutama di Jayapura. Menurut Mirza, jika terjadi situasi yang genting maka pihaknya akan berlakukan Ketentuan Internasional Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code).

    "Untuk Pelabuhan Jayapura karena sudah comply dengan ISPS code, maka kami dan PFSO (Port Facility Security Officer) akan berlakukan sesuai standar tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di dalam Pelabuhan Jayapura," ungkapnya.

    Sebelumnya, operasional pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo IV Persero itu sempat terganggu setelah demo pecah pada akhir pekan lalu. Operasional pelabuhan, khususnya untuk peti kemas, sempat lumpuh selama 24 jam lantaran serangan kelompok demonstran.

    Selain memasuki pelabuhan, massa sempat membakar dan merusak sejumlah kantor, seperti kantor bea cukai dan PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom Jayapura. Massa juga memblokade jalan. Imbas kerusuhan, tambahan pasukan Korps Brigade Mobil atau Brimob dari sejumlah daerah diterjunkan ke Papua.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.