DPR Minta Subsidi LRT Palembang Disetop Mulai 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo, menolak pemberian subsidi untuk kereta ringan atau light rail transit (LRT) Palembang. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat kerja membahas anggaran Kementerian Perhubungan yang digelar Komisi V pada Selasa, 3 September 2019. 

    “Saya sangat keberatan kalau LRT Palembang masih disubsidi. Subsidi hanya diberikan kepada pihak yang membutuhkan,” ujar Bambang di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

    Bambang meminta Kementerian Perhubungan menyetop subsidi untuk LRT mulai tahun anggaran 2020. Menurut dia, operasional LRT menyasar pada kelompok masyarakat kelas menengah ke atas lantaran menghubungkan kawasan bandara dan kota. 

    LRT Palembang dinilai tidak menyentuh kalangan masyarakat bawah lantaran jalurnya tak melalui pelabuhan rakyat atau terminal-terminal bus. Maka, ke depan, Bambang meminta alokasi anggaran subsidi untuk LRT dialokasikan ke sektor-sektor lain. 

    “Meski Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) berasal dari Palembang, tapi mohon maaf sekali,” ucapnya. 

    Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020, Kementerian Perhubungan berencana mengucurkan dana sebesar Rp 180 miliar untuk operasional LRT Palembang. Dana suntikan ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 123 miliar 

    Kementerian Perhubungan beralasan pemberian subsidi digunakan untuk pengembangan LRT. Selain itu, suntikan dana juga bermaksud menarik minat penumpang menggunakan kereta ringan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.