Pertamina Jamin Stok LPG di Jayapura Aman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho menolak rasis terpasang di  jalan menuju Abepura, Jayapura, Papua. TEMPO/Riky Ferdianto

    Baliho menolak rasis terpasang di jalan menuju Abepura, Jayapura, Papua. TEMPO/Riky Ferdianto

    TEMPO.CO, Jayapura - Pertamina MOR VIII Papua-Maluku memastikan stok LPG berbagai ukuran di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, terpantau dalam kondisi aman awal pekan ini pasca situasi tidak kondusif pekan lalu.

    "Stok LPG rumah tangga untuk wilayah Jayapura yaitu 6.178 tabung dengan kecukupan 29 hari dan LPG non-rumah tangga yaitu 404 tabung dengan kecukupan 8 hari," kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, Selasa, 3 September 2019.

    Pekan lalu, demonstrasi pecah di Jayapura, Papua. Unjuk rasa sempat memicu kerusuhan di kota tersebut.

    Pertamina memastikan masyarakat dapat memperoleh gas LPG baik untuk produk Brightgas ukuran 5,5 kilogram, tabung LPG 12 kilogram, dan 50 kilogram di 21 outlet yang tersebar di distrik-distrik Kota Jayapura dan Sentani, Kabupaten Jayapura.

    Brasto menyatakan bahwa stok LPG untuk wilayah Jayapura dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 29 hari ke depan.

    "Stok LPG sudah tersedia di beberapa outlet LPG khususnya SPBU di distrik-distrik Kota dan Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Abepura, Distrik Muara Tami, Distrik Heram, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Jayapura Utara, dan Distrik Sentani," katanya.

    Untuk memastikan penyaluran LPG berjalan dengan optimal, hari ini pengiriman LPG dari agen akan dilakukan dengan pengawalan dari TNI.

    Pertamina terus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan mendukung proses pemulihan situasi kondusif di wilayah Jayapura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.