Kapal Angkut Batu Bara Kandas, Suplai ke Pembangkit Terhambat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produksi batu bara Indonesia masih sesuai rencana kerja pemegang izin pertambangan minerba. Data Ditjen Minerba pada 2018 mencatat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba Rp 50 triliun, melampaui target Rp 32,1 triliun.

    Produksi batu bara Indonesia masih sesuai rencana kerja pemegang izin pertambangan minerba. Data Ditjen Minerba pada 2018 mencatat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba Rp 50 triliun, melampaui target Rp 32,1 triliun.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara dilaporkan telah kandas di Sungai Musi karena sungai mendangkal di musim kemarau panjang ini. Akibatnya, Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) kini mewaspadai hambatan suplai batu bara dari Palembang ke sejumlah pembangkit listrik. 

    Penurunan debit air yang mengakibatkan pendangkalan di alur Sungai Musi ini  menyulitkan kapal tongkang 300 feet yang telah bermuatan penuh batu bara. Tercatat ada delapan titik dangkal yang berpotensi mengakibatkan kapal kandas dihitung dari tempat pemuatan, yakni Jetty SDJ Lematang sampai dengan kota Palembang.

    Kejadian ini terjadi sejak 20 Agustus lalu. Namun, secara perlahan sejumlah kapal mulai bisa meloloskan diri. Pada 27 Agustus 2019, hanya satu kapal yang berhasil lolos, sedangkan pada 28 Agustus sudah ada tiga lagi tongkang yang lolos. 

    Meskipun demikian, jumlah kapal tongkang yang kandas masih lebih banyak dan justru menutupi alur sungai. Akibatnya, pengoperasian kapal pengangkut batu bara pun terpaksa ditunda dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. 

    Direktur Eksekutif APLSI Rizal Calvary Marimbo mengatakan pasokan batu bara dari Palembang tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ada di Jawa bagian barat dan Sumatera. Hingga saat ini, stok batu bara di masing-masing pembangkit yang ada di lokasi tersebut memang masih tergolong aman. 

    "Sekarang masih cukup stok di pembangkit. Kalau kelamaan bisa kena [tidak mendapat suplai]," kata Rizal kepada Bisnis, Senin 2 September 2019.

    Namun, Rizal khawatir, apabila kondisi ini berlanjut hingga 2 atau 3 bulan lamanya, suplai batu bara untuk pembangkit akan mengalami kendala. "Masih nyangkut itu kapal-kapal," katanya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.