Rilis Data Inflasi Agustus Dongkrak Pergerakan IHSG

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan data inflasi Indonesia yang terkendali menjadi salah satu faktor positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini memberi harapan kepada pelaku pasar bahwa ekonomi nasional kondusif.

    "Adanya harapan positif akan menopang pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang," katanya di Jakarta, Selasa 3 September 2019.

    Seperti diberitakan, kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi selama Agustus 2019 sebesar 0,12 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 2,48 persen. Jika dilihat secara tahunan, inflasi Agustus 2019 sebesar 3,49 persen (year on year), atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,2 persen.

    Hari ini IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak dalam area terbatas seiring masih adanya kekhawatiran perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Pada sesi perdagangan pagi ini, IHSG dibuka menguat tipis 2,81 poin atau 0,04 persen menjadi 6.293,36. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,84 poin atau 0,09 persen menjadi 987,29.

    "Sentimen perang dagang diperkirakan masih memunculkan kekhawatiran di pasar global. Kecemasan perang dagang, dapat menghambat laju IHSG pada perdagangan hari ini," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jin Ping, kata Alfiansyah, kembali membuat ekonomi global dilanda kecemasan karena aksi saling menaikkan tarif impor tambahan. "AS telah menaikkan tarif 15 persen bagi barang impor dari China sebesar 112 miliar dolar AS, yang serta merta dibalas oleh Cina dengan tarif lima persen untuk barang impor AS dengan nilai 75 miliar dolar AS," paparnya.

    Alfiansyah mengatakan ekspektasi investor sudah mulai pesimis bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan, meski AS dan Cina menunjukkan tanda-tanda pelambatan ekonomi. Dampak perang dagang antara AS dan Cina yang terus berlangsung telah membuat aktivitas pabrik dan ekspor di kawasan Asia mengalami perlambatan pada Agustus. Selain itu, lemahnya ekspor di Asia juga akibat perlambatan sektor otomotif dan menurunnya permintaan smartphone di China.

    Senada dengan IHSG, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 30,03 poin (0,15 persen) ke 20.650,22, indeks Hang Seng menguat 70,87 poin (0,28 persen) ke 25.697,43, dan indeks Straits Times menguat 8,97 poin (0,29 persen) ke posisi 3.091,93.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.