Gagap Media Sosial di Desa Perbatasan Indonesia - Malaysia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu penginapan yang menyediakan paket wifi di Desa Long Bawan, Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Tempo/Caesar Akbar

    Salah satu penginapan yang menyediakan paket wifi di Desa Long Bawan, Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Tempo/Caesar Akbar

    tapi kalau dipakai buka-buka (media sosial) ya cepat habisnya, bisa sampai Rp 50 ribu sekali pakai," ujar Andika.

    Tempo merasakan langsung sulitnya akses internet di Long Bawan. Jaringan internet di daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah Serawak, Malaysia, ini memang terbatas di beberapa titik, misalnya untuk sekolah atau kantor pemerintahan. Selain itu, internet bisa diperoleh dengan membeli paket, misalnya di penginapan atau di warung internet.

    Meski telah mendapatkan jaringan 3G, Tempo tetap tidak bisa tersambung dan berselancar di internet. Akhirnya, akses jaringan internet baru bisa dijangkau ketika Tempo membeli voucher wifi dari provider Ubiqu di penginapan dengan biaya Rp 20.000 per 120 megabyte. Ada kalanya internet tak bisa dijangkau meski kuota belum habis.

    Soal media sosial juga disinggung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat bertandang ke Long Bawan. Saat itu ia tengah memperkenalkan metode pembelajaran bahasa Inggris berbasiskan jaringan internet, sehingga guru tidak perlu jauh-jauh didatangkan ke perbatasan dan siswa tetap mendapatkan ilmu yang sama dengan masyarakat di kota. Ia mengatakan penggunaan internet perlu disosialisasikan dengan baik.

    "Saya titip terutama kepada Kepala Adat Besar, internet ini seperti pedang bermata dua, bisa menjadi alat yang bagus, seperti pisau dipakai meraut, dipakai memotong sayur untuk memasak tapi bisa juga untuk melukai orang," ujar Rudiantara. 

    Serupa dengan pedang, ia mengatakan internet perlu disosialisasikan secara bertahap pendidikan dan literasinya. Dengan demikian masyarakat di perbatasan bisa menggunakan internet dengan lebih baik dan benar. Sebab, tanpa sosialisasi yang baik, internet menjadi tak ada batasannya.

    "Sedangkan anak didik kita yang menggunakan internet tanpa diajari terlebih dahulu, itu bisa nanti menggunakan hal-hal yang negatif," kata Rudiantara. Dia meyakini masyarakat Krayan belum banyak yang mempunyai akun sosial media, sehingga tidak memposting konten negatif.

    Pasalnya, ia melihat di wilayah dengan akses internet yang mudah. Terutama, dengan banyaknya wifi gratis, orang dengan mudah menyebarkan konten negatif melalui media sosial.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.