Jumlah Penumpang Juli Naik Disokong Penurunan Tarif Tiket Pesawat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran tiket pesawat dan paket wisata Japan Travel Fair yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana pameran tiket pesawat dan paket wisata Japan Travel Fair yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir penurunan tarif batas atas tiket pesawat yang mulai berlaku Mei 2019 dinilai menjadi pendongkrak kenaikan jumlah penumpang angkutan udara pada Juli 2019 sebesar 1,50 persen dibandingkan Juni 2019.

    "Ini terjadi karena Juli itu masih musim liburan, kemudian sudah mulai ada penurunan tarif batas atas (tiket pesawat), sehingga ada kenaikan dibanding bulan sebelumnya," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin, 2 September 2019.

    Jumlah penumpang angkutan udara pada Juli 2019 naik 1,50 persen menjadi 7,1 juta penumpang dari 7 juta penumpang pada Juni 2019. 

    Suhariyanto memaparkan bahwa penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 2,52 persen menjadi 1,6 juta orang pada Juli 2019 dibandingkan bulan sebelumnya.

    Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 17,19 persen, Ngurah Rai-Denpasar sebesar 8,65 persen, dan Juanda-Surabaya 2,81 persen.

    Sedangkan penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Kualanamu-Medan 5,94 persen dan Soekarno Hatta-Jakarta 3,99 persen.

    Jumlah penumpang internasional terbesar terjadi melalui Bandara Ngurah Rai-Denpasar 631,5 ribu orang atau 39,33 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Soekarno Hatta-Jakarta yaitu mencapai 620,1 ribu orang atau 38,62 persen.

    Dengan demikian, selama Januari–Juli 2019 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 10,5 juta orang atau naik 2,61 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.