Dibuka Naik 0,04 Persen, IHSG Berpeluang Menguat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat di tengah eskalasi perang dagang AS-Cina.

    IHSG Senin, 2 September 2019, dibuka menguat 2,68 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.331,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,55 poin atau 0,05 persen menjadi 996,31.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin, mengatakan, kebijakan Bank Indonesia dalam hal suku bunga diperkirakan dapat mendukung bagi pertumbuhan ekonomi, namun sentimen eksternal menyusul diberlakukannya perang tarif AS dengan Cina menjadi hambatan bagi laju bursa saham Indonesia.

    "Dari bauran sentimen tersebut mendorong IHSG bergerak "mixed", kendati memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan saham pekan ini," ujar Alfiansyah.

    Cina dan AS mulai mengenakan tarif tambahan untuk barang-barang impor pada Minggu (1/9). Ini adalah babak baru eskalasi perang dagang yang telah menekan ekonomi kedua negara meski ada tanda-tanda negosiasi kembali pada bulan ini.

    Cina mengenakan tarif 5 persen pada impor minyak mentah AS. Ini adalah pertama kalinya bahan bakar menjadi target perang dagang sejak lebih dari setahun lalu. Sementara AS akan mengenakan 15 persen tarif atas produk impor Cina senilai lebih dari 125 miliar dolar AS. Di dalamnya termasuk impor smart speakers, headphone bluetooth, dan berbagai jenis alas kaki.

    Sebagai balasan, Cina akan memulai mengenakan tarif tambahan atas sejumlah barang pada daftar target impor dari AS senilai 75 miliar dolar AS. Cina tidak menyebut secara rinci nilai barang yang akan kena tarif lebih tinggi.

    Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 50,38 poin (0,24 persen) ke 20.653,99, indeks Hang Seng melemah 205,82 poin atau 0,8 persen ke 25.518,91, dan indeks Straits Times melemah 23,3 poin (0,75 persen) ke posisi 3.083,22.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.