Dolar AS Melemah terhadap Euro, Donald Trump Salahkan The Fed

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump.[REUTERS/The Independent]

    Donald Trump.[REUTERS/The Independent]

    TEMPO.CO, Jakarta  - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan Bank sentral Amerika atau Federal Reserve Bank atas pelemahan nilai tukar Dolar AS terhadap Euro. The Fed dianggap tidak melakukan apapun sehingga nilai tukar euro menguat tajam terhadap dolar beberapa waktu terakhir.

    Dilansir dari Reuters, 31 Agustus 2019, keluhan ini disampaikan Trump melalui akun twitter pribadi. Dia menyebut penguatan nilai tukar euro terhadap dolar telah membawa banyak keuntungan bagi negara-negara Eropa.

    "Euro jatuh terhadap Dollar 'seperti orang gila,' memberi mereka keuntungan ekspor dan manufaktur besar ... dan The Fed TIDAK ADA!" Kata Trump di twitter pribadinya.

    Trump kerap mengecam tingginya biaya pinjaman AS dibandingkan dengan suku bunga di negara-negara yang pesaingnya. Dia juga menyoroti suku bunga negatif yang berlaku di Jerman.

    Presiden Trump juga sempat menanggapi suku bunga negatif yang dikeluarkan Jerman. Saat ditanya reporter di AS pada Jumat waktu setempat, Trump mengatakan bahwa The Fed sudah melakukan kesalahan besar.

    "Karena jika anda melihat apa yang dilakukan oleh para ekuivalen Fed lainnya melakukan hal yang benar di sekitar dunia, mereka berada pada tingkat yang jauh lebih rendah ... Itu membuat jauh lebih sulit untuk bersaing," katanya

    Sebagai catatan, hal yang membuat Donald Trump berang adalah kondisi saat ini, di mana nilai tukar 1 Euro setara dengan US$1.10. Penguatan euro atas dolar AS terjadi setidaknya selama sepekan terakhir. Jika dilihat secara year-to-date (ytd), mata uang Euro telah menguat terhadap Dolar AS dari sebelumnya 1 Euro senilai US$1.15 dan saat ini menjadi US$1.10.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?