Pelabuhan Jayapura Pulih Pasca-demo, Kapal Kembali Sandar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis, 28 Agustus 2019. ANTARA/Indrayadi TH

    Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis, 28 Agustus 2019. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Pelabuhan Jayapura di Kota Jayapura, Pronvinsi Papua, kembali normal pasca-demonstrasi menolak rasisme terjadi di daerah itu. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP Kementerian Perhubungan mengatakan, sejumlah kapal mulai sandar di Jayapura pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

    "Laporan dari KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Jayapura kemarin, kapal perintis Lestari Abadi sudah mulai masuk (sandar)," ujar Ahmad saat dihubungi Tempo pada Ahad, 1 September 2019.

    Ahmad mengatakan seluruh penumpang yang diangkut kapal tiba di pelabuhan dengan aman. Adapun Kapal Cantika 88 yang tiba di Jayapura juga telah sandar dengan mulus.

    Sementara itu, rencananya Kapal Gunung Dempo dari Surabaya, Makassar, dan Sorong dijadwalkan masuk ke Jayapura pada siang ini. Beberapa kapal pun terdata bakal berangkat dari Jayapura menuju sejumlah lokasi.

    Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo IV Persero itu sempat terganggu setelah demo pecah pada akhir pekan lalu. Operasional pelabuhan, khususnya untuk peti kemas, sempat lumpuh selama 24 jam lantaran serangan kelompok demonstran.

    Selain menyerang pelabuhan, massa sempat membakar dan merusak sejumlah kantor, seperti kantor bea cukai dan PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom Jayapura. Massa juga memblokade jalan. Imbas kerusuhan, tambahan pasukan Korps Brigade Mobil atau Brimob dari sejumlah daerah diterjunkan ke Papua.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.