Platform Gobear Targetkan Gandeng 10 Bank Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tris Rasika, country director Indonesia gobear (kiri) saat kunjungan ke kantor Tempo, Jakarta, 30 Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Tris Rasika, country director Indonesia gobear (kiri) saat kunjungan ke kantor Tempo, Jakarta, 30 Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform supermarket keuangan Gobear Indonesia menargetkan bekerja sama dengan 10 bank tahun ini. Pasar dalam negeri dianggap terus berkembang dengan potensi penduduk Indonesia yang besar.

    "Fokus kami adalah bekerja sama sebanyak mungkin untuk bank dan penyedia jasa asuransi. Kami juga menargetkan tahun ini akan bekerja sama dengan 10 bank, karena semakin banyak partner maka user akan terbantu juga," kata Country Director Gobear Indonesia Tris Rasika saat mengunjungi kantor Tempo, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Ia mengungkapkan, Gobear resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2019. Saat ini Gobear bekerja sama dengan empat bank sebagai penyedia jasa yakni Amar Bank, Standar Chartered Bank, Commonwealth Bank, dan Citibank.

    Menurut Tris, Gobear Indonesia adalah situs perbandingan produk keuangan, produk yang dibandingkan berasal dari bank dan asuransi. Keberadaannya diharapkan meningkatkan kesehatan keuangan Asia dengan menghadirkan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan keamanan finansial untuk semua orang.

    Hingga saat ini Gobear telah ada di tujuh negara di Asia masing-masing Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan terakhir di Indonesia. Total pengguna di tujuh negara tersebut mencapai 40 juta.

    Adapun untuk saat ini terdapat empat jenis produk keuangan yang ditawarkan dalam laman resmi Gobear Indonesia. Keempatnya yaitu Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit, asuransi mobil, dan asuransi perjalanan.

    Tris mengatakan yang menarik di Indonesia karena sudah mulai sadar untuk menggunakan asuransi perjalanan. "Saat ini sudah mulai banyak yang menggunakan asuransi perjalanan, dan ini sangat bagus untuk ke depannya," ungkapnya.

    Lalu untuk kartu kredit, Tris menilai pengembangan potensi pasar kartu kredit dan asuransi di Indonesia masih sangat besar. Apalagi, baru 3 sampai 5 persen penduduk Indonesia yang menggunakan layanan kartu kredit.

    Pasalnya, produk pasar keuangan yang begitu beragam kerap membuat konsumen kebingungan dan sulit membandingkan produk jenis apa yang sesuai dengan kebutuhannya.

    Untuk target pasar, Tris mengungkapkan, Gobear menyasar rentang usia 25 sampai 45 tahun. Masyarakat dengan rentang usia tersebut dianggap sebagai penggerak roda ekonomi Indonesia karena mengalami bonus demografi hingga mencapai 60 persen.

    Walaupun baru dibangun di Indonesia pada 2018, Tris tidak menutup kemungkinan untuk menambah produk di Platform Gobear agar bisa memberikan literasi keuangan selaras dengan visi OJK.

    EKO WAHYUDI

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?