Dirut BNI: Perseroan Berpeluang Kembangkan Properti di Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BNI Achmad Baiquni memberikan beberapa informasi layanan terbaru pada hari ulang tahun BNI di Gedung BNI, Jakarta, 5 Juli 2017. TEMPO/Aghniadi

    Direktur Utama BNI Achmad Baiquni memberikan beberapa informasi layanan terbaru pada hari ulang tahun BNI di Gedung BNI, Jakarta, 5 Juli 2017. TEMPO/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. atau BNI Achmad Baiquni mengatakan perseroan memiliki peluang untuk ikut mengembangkan properti di lokasi ibu kota baru. Sebabnya, pembangunan ibu kota baru biasanya membutuhkan banyak infrastruktur gedung untuk perkantoran maupun pemukiman.

    "Kami sih harapannya dengan ibu kota baru ada kebutuhan untuk bangun gedung, segala macam ini, nah ini kan peluang kami kembangkan properti. Apalagi terus terang properti kini sedang turun," kata Baiquni di Menara BNI, Pejompongan, Jakarta Selatan, Jumat 30 Agustus 2019.

    Baiquni juga mengatakan dengan perkiraan adanya kebutuhan untuk membangun properti tersebut, BNI bisa ikut serta untuk menyalurkan kredit konstruksi. Khususnya, penyaluran kredit kepada para kontraktor yang berkesempatan untuk ikut membangun di ibu kota baru.

    Kendati demikian, kata Baiquni, BNI sampai saat ini belum menyiapkan dana khusus untuk penyaluran kredit. Ia mengatakan penyaluran kredit untuk properti atau khusus menangani pembangunan di ibu kota bakal disesuaikan dengan rencana pertumbuhan penyaluran kredit perusahaan.

    Selain itu, kata Baiquni, perusahaan juga belum memikirkan apakah bakal ikut membangun kantor perwakilan BNI baru di lokasi ibu kota. Sebab, perusahaan masih menyesuaikan dengan rencana pemerintah untuk menetapkan ibu kota baru sebagai pusat pemerintahan dibandingkan pusat bisnis.

    "Kami belum pikirkan, tapi kalau sekarang adanya di Kalimantan Selatan, mungkin bisa direlokasi ke ibu kota baru," kata Baiquni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.