Blueprint Ibu Kota Baru Kelar, Operator Seluler Perluas Jaringan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur akan mendorong ekspansi jaringan telekomunikasi. Wakil Presiden Direktur Utama PT Hutchison Tri Indonesia (Tri), Danny Buldansyah, mengatakan perluasan jaringan didorong oleh aktivitas pemerintahan.

    Apalagi, kata Danny, ibu kota baru berada di tempat sepi penduduk dengan jangkauan telekomunikasi yang terbatas. “Kami pasti akan membangun jaringan dengan cepat begitu blueprint ibu kota selesai,” kata dia kepada Tempo, Kamis 30 Agustus 2019.

    Danny berharap pemerintah merancang ibu kota dengan konsep terintegrasi, termasuk dalam fasilitas telekomunikasi, misalnya penyediaan serat optik. Menurut dia, konsep terintegrasi mempermudah operator telekomunikasi dalam menyiapkan layanan. “Tetapi kalau tidak pun, kami bisa melakukan sendiri. Hanya saja, sayang sekali kalau ibu kota baru tidak terintegrasi.”

    Untuk menunjang layanan telekomunikasi, Danny mengatakan, pihaknya akan membangun infrastruktur base transceiver station (BTS) tambahan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. “Sejauh ini kami sudah ada sekitar 300–400 BTS di Kalimantan Timur,” ujar Danny. 

    Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk, Tri Wahyuningsih, mengaku belum bisa memprediksi lonjakan trafik di Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengatakan, pihaknya akan menambah infrastruktur untuk memperkuat jaringan di wilayah itu. Menurut Tri, pusat pemerintahan nantinya akan membutuhkan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data untuk mendukung aktivitas pemerintahan.

    “Kami siap untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan, sekaligus sebagai bentuk dukungan atas rencana besar pemerintah,” ujar dia.

    Meskipun belum secara resmi menjadi ibu kota baru, Tri menuturkan, saat ini XL Axiata juga sudah memiliki infrastruktur yang cukup baik dan kuat di Kalimantan Timur. Jaringan XL, kata dia, telah didukung dengan serat optik yang terhubung dengan Sulawesi, Bali-Lombok, Jawa, dan Sumatera. Begitu pula dengan jaringan antarkota di Kalimantan yang sudah didukung jaringan serat. “Saat lokasi tepatnya ditentukan, kami mulai memperluas jaringan sejalan dengan proses perpindahan ibu kota,” ujar Tri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.