Disambut Menhub, Jokowi Tinjau Bandara Internasional Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi Lakukan Ground Breaking Bandara Kulonprogo

    Jokowi Lakukan Ground Breaking Bandara Kulonprogo

    TEMPO.CO, Kulon Progo - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan kunjungan kerja antara lain meninjau Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo.

    Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

    Setibanya di Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, sekitar pukul 09.46 WIB, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Adapula Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, dan Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri. Presiden langsung meninjau fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta itu.

    Usai meninjau bandara, Presiden Jokowi akan membagikan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di GOR WR Supratman, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

    Pada malam hari, Presiden diagendakan menuju Alun-Alun Kabupaten Purworejo untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon "Gatot Kaca Winisudha".

    Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi DIY antara lain, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

    Selain itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Sukardi Rinakit, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Plh. Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Basuki Nugroho ikut mendampingi Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.