Dalam Sebulan, Transaksi Mandiri E-Money Mencapai Rp 9,4 T

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gandeng Shopee, Mandiri Jualan e-money di Platform Digital (Foto: Doc. Bank Mandiri)

    Gandeng Shopee, Mandiri Jualan e-money di Platform Digital (Foto: Doc. Bank Mandiri)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperluas pengembangan dari layanan uang elektronik yang mereka miliki yaitu mandiri e-money. Sepanjang Juli 2019 saja, Mandiri telah mencatat jumlah transaksi mencapai 100 juta dengan nilai Rp 9,4 triliun atau meningkat 17 persen year-on-year (yoy).

    Sementara, jumlah transaksi sejak awal tahun telah mencapai 670 juta. “Hingga akhir tahun, ditargetkan transaksi yang terjadi mencapai 1,3 miliar,” kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales, Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, saat dihubungi di Bali, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Selain itu, kata Thomas, Bank Mandiri juga memasang target jumlah kartu beredar mencapai 22 juta. Sebelumnya hingga Juli 2019, jumlah kartu yang terdistribusi baru mencapai 19 juta kartu. Artinya, Bank Mandiri harus mendistribusikan rata-rata 20 ribu kartu mandiri e-money per hari hingga akhir tahun, jika ingin target tercapai.

    Thomas menambahkan, saat ini transaksi menggunakan mandiri e-money paling banyak digunakan di jalan tol, TransJakarta, tempat parkir, hingga toko retail seperti SPBU Pertamina, Indomaret, dan Alfamart. Fee Based Income yang berasal dari penjualan mandiri e-money dan biaya administrasi top-up di retail tersebut sebenarnya tidak terlalu signifikan. “Bisnis mandiri e-money lebih untuk service buat nasabah Bank Mandiri dan masyarakat Indonesia,” kata dia.

    FBI e-money berasal dari penjualan e-money maupun biaya administrasi top up e-money melalui berbagai merchant yang bekerja sama. Namun jumlahnya tidak terlalu significant. Bisnis mandiri e-money lebih untuk service buat nasabah Bank Mandiri dan Masyarakat Indonesia.

    Sebab, kata Thomas, Bank Mandiri melihat mandiri e-money sebagai produk co-exist yang saling melengkapi untuk kemudahan transaksi non tunai yang dapat dipilih masyarakat. Saat ini Bank Mandiri pun fokus untuk meningkatkan kemudahan top up e-money secara online melalui kerja sama dengan merchant-merchant online seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan Blibli yang telah berjalan. 

    Sementara itu, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Heri Gunardi, mengatakan produk dan layanan mandiri e-money memang ditujukan untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia. Khususnya, pada transaksi non-tunai, sesuai dengan program Gerakan Non-Tunai yang diluncurkan Bank Indonesia.

    Untuk itu, kata Heri, Bank Mandiri pada prinsipnya terus membangun use case bagi para penggunanya dan ekosistem terlebih dahulu. Namun, eMoney tetap membuka kerja sama dengan berbagai pihak yang tentunya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Ekspansi mandiri e-money tetap harus dijalankan untuk memperkuat penerapan transaksi non-tunai,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.