Dibuka Menguat, IHSG Rawan Terkoreksi Dibanyangi Sentimen Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dibuka menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ini, 28 Agustus 2019, diperkirakan rawan terkoreksi dibayangi sentimen global.

    IHSG dibuka menguat 11,48 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.289,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 3,08 poin atau 0,31 persen menjadi 982,74.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang disebutkan berbohong telah berkomunikasi dengan pihak Cina serta depresiasi yuan, dan juga saham AS yang terkoreksi pada Selasa lalu, membentuk akumulasi sentimen negatif global.

    "Faktor dari global ini sebagai salah satu kontribusi negatif bagi saham di BEI dengan indeks acuan IHSG rawan koreksi pada hari ini," ujar Alfiansyah.

    Trump mengklaim bahwa Cina sudah menghubungi petinggi perdagangan AS untuk menyelesaikan perang dagang melalui meja perundingan.

    Namun, Kementerian Luar Negeri Cina menegaskan bahwa pihaknya belum mendengar sama sekali telah terjadi komunikasi melalui sambungan telepon baru-baru ini antara AS dan Cina terkait sengketa perdagangan.

    Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pihaknya meminta AS untuk menghentikan tindakan yang salah dan menciptakan kondisi untuk melakukan pembicaraan.

    Pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina keluar setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebutkan sudah ada kontak dengan Cina terkait perdagangan tetapi menolak untuk mengatakan dengan siapa berbicara.

    Selain IHSG, bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 3 poin (0,01 persen) ke 20.459,08, Indeks Hang Seng melemah 10,38 poin atau 0,04 persen ke 25.653,69, dan Indeks Straits Times menguat 2,26 poin (0,07 persen) ke posisi 3.069,78.
     

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.