Ibu Kota Baru Dinilai Memperluas Kesempatan Industri Kreatif

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. googlemaps.com

    Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. googlemaps.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan pemindahan ibu kota akan memberi kesempatan yang lebih luas kepada industri kreatif di Jakarta. Karena, dia menilai setelah ibu kota pindah, Jakarta akan kehilangan beban berat yang justru akan membuatnya semakin dinamis.

    "Jakarta itu akan menjadi seperti New York, seperti Sydney. Itu yang namanya kantor-kantor pemerintah nanti akan ditinggalkan oleh mereka itu akan jadi tempat tempat usaha," kata Triawan usai acara Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara - UMKM Kreatif dan Mandiri kreasi Anak Bangsa di Kedasi Coworking, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Menurut Triawan, ada skema-skema yang sedang dipikirkan oleh pemerintah. Dia mengatakan nantinya kantor-kantor pemerintah yang selama ini menjadi beban kemacetan, bisa menjadi tempat tempat usaha kreatif.

    Dia mengatakan pemindahan pusat pemerintahan ke Kalimatan Timur, tidak perlu terlalu dipusingkan. Untuk saat ini, katanya, kata dia bidang ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di sana, yaitu arsitektur.

    "Dibawa ke sana juga untuk interior design mereka di awal-awal ini akan sangat sibuk selama beberapa tahun ke depan," ujarnya.

    Triawan mengingatkan, memindahkan ibu kota tidak bisa cepat. Paling cepat, kata dia, tiga sampai lima tahun. Karena itu diperlukan proses-proses yang panjang.

    "Ingat Putra Jaya. Bahkan kalau tidak salah Canberra itu 30 tahun pindah dari Sydney dan di Amerika itu pindah terus setiap 2 tahun dulu di awal-awal sebelum akhirnya dipindahin ke Washington DC," kata Triawan.

    Kemarin Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja mengumumkan bahwa ibu kota negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

    "Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara karena sudah punya infrastruktur yang relatif lengkap dan pemerintah punya lahan seluas 180 ribu hektare," katanya. Selain itu, menurut Presiden, pemerintah memilih kedua daerah itu sebagai lokasi ibu kota yang baru karena risiko bencana minim.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.