Tiga Kali Jadi Korban Hoax, Bank Mandiri Lapor Polisi Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    ilustrasi Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI akan kembali  melaporkan penyebar hoax yang sudah ketiga kalinya memuat kabar bohong tentang bank BUMN ini ke Polda Metro Jaya. Terakhir, Bank Mandiri dikabarkan dituntut nasabah karena kehilangan dana Rp 800 triliun.

    Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, artikel hoax tersebut akan digunakan sebagai bukti laporan. "Kami akan gunakan artikel hoax itu sebagai bukti tambahan terkait laporan kami kepada Polda Metro Jaya. Kami juga mempertimbangkan nama-nama baru yang disebut dalam artikel," kata Rohan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 27 Agustus 2019.

    Sebelumnya, muncul artikel yang mengangkat cerita tentang seseorang yang mengaku berkebangsaan Swedia dan memiliki rekening di Bank Mandiri. Dia menerima transfer dana sebesar 50 miliar euro atau setara dengan Rp 800 triliun dari keluarga Raja Salman melalui Barclays Bank, London.

    Dalam artikel yang diunggah dalam situs Forum News Network (FNN) atau fnn.co.id tersebut dicantumkan nama penulis yang bernama Luqman Ibrahim Soemay. Adapun artikel tersebut didiunggah dengan judul "Bank Mandiri akan Dituntut Nasabah atas Kehilangan Dana Rp 800 T."

    Rohan pun telah membantah adanya kabar bohong atau hoax yang tertulis dalam portal FNN itu. Menurut Rohan, informasi hoax tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan keresahan di dalam masyarakat.

    Rohan menjelaskan jika memang benar ada aliran dana sebesar itu, pasti melibatkan juga Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dipantau PPATK. Rohan juga mengatakan, Bank Mandiri tidak pernah mendapat komplain dari pihak yang disebut sebagai pengirim dana.

    Selain itu, Bank Mandiri juga tidak pernah menerima transaksi transfer dana sebesar itu dari pihak yang disebut dalam artikel. Karena itu, Rohan justru mempertanyakan motif adanya penyebaran hoax tersebut. "Sebetulnya ada motivasi apa di balik ini semua? Jangan-jangan ada kepentingan lain," kata Rohan.

    Serangan hoax Bank Mandiri dari situs FNN.co.id bukan sekali ini saja diterima Bank Mandiri. Rohan menyebut, hoax tersebut sudah dilancarkan ketiga kalinya dengan berita terakhir tersebut. Sebelum ini, FNN menulis tentang kabar hoax terkait Bank Mandiri bakal bangkrut.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.