Usai Tabrakan Argo Parahyangan,Lintasan Sebidang Karawang Ditutup

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengevakuasi bus yang tertabrak kereta api Argo Parahyangan KA-32 jurusan Gambir - Bandung di Warung Bambu, Karawang, Jawa Barat, Senin, 26 Agustus 2019. Bus itu sempat terseret sejauh 100 meter hingga akhirnya terbalik setelah dihantam kereta. ANTARA

    Sejumlah petugas mengevakuasi bus yang tertabrak kereta api Argo Parahyangan KA-32 jurusan Gambir - Bandung di Warung Bambu, Karawang, Jawa Barat, Senin, 26 Agustus 2019. Bus itu sempat terseret sejauh 100 meter hingga akhirnya terbalik setelah dihantam kereta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta memutuskan untuk menutup perlintasan sebidang liar petak jalan Karawang - Klari, tepatnya di KM 67+2. Penutupan ini dilakukan PT KAI  usai tabrakan KA Argo Parahyangan dengan sebuah bus yang terjadi pada Senin 26 Agustus 2019 kemarin.

    Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengatakan meskipun tidak menimbulkan korban jiwa namun sejumlah perjalanan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen serta sebaliknya mengalami gangguan.

    “Ribuan pengguna jasa mengalami dampak keterlambatan perjalanan KA dari dan menuju wilayah Daop 1 Jakarta. Kecelakaan tersebut juga menyebabkan rusaknya sarana dan prasarana jalur rel di lokasi kejadian,” kata dalam rilis Selasa, 27 Agustus 2019.

    Agar kecelakaan tidak terulang kembali, Eva mengatakan, meskipun keberadaan pelintasan sebidang liar bukan menjadi tanggung jawab KAI, untuk keselamatan dan keamanan PT KAI Daop 1 Jakarta dengan segera melakukan penutupan pelintasan tersebut secara permanen.

    Tindakan penutupan tersebut dilakukan PT KAI sesuai amanah UU No.23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, pasal 94 yang menyebutkan; untuk keselamatan perjalananan kereta api dan pemakai jalan, pelintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup. Adapun penutupan pelintasan sebidang sebagaimana dimaksud ayat satu dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

    Sebagai informasi, total pelintasan yang ada di wilayah KAI Daop 1 Jakarta sebanyak 463 pelintasan. Jumlah ini terdiri dari 162 pelintasan sebidang yang dijaga dan 301 pelintasan sebidang liar. 59 pelintasan sudah dibuat tidak sebidang melalui fasilitas fly over dan underpass.

    Setelah tabrakan kereta dengan bus terjadi di KM 67 antara Karawang - Klari, PT KAI Daop 1 Jakarta berharap sejumlah area yang masih terdapat pelintasan sebidang dapat segera disolusikan melalui program penutupan pelintasan sebidang atau pembuatan jalur tidak tidak sebidang seperti Flyover dan Underpass oleh pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan resiko yang berdampak pada keselamatan pengendara dan perjalanan KA. “Diharapkan masyarakat juga memberikan dukungan pada kegiatan tersebut demi keselamatan bersama,” kata Eva.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.