Defisit APBN Semester I 2019 Melebar Menjadi Rp 183,71 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemui dalam acara Gerakan Nasional "Ignite The Nation 1000 Start up Digital Indonesia" di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad 18 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

TEMPO.CO, Jakarta - Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN sepanjang semester I 2019 melebar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN hingga Juli 2019 tercatat Rp 183,7 triliun atau 1,14 persen terhadap produk domestik bruto secara year on year
 
“Defisit terjadi karena penerimaan yang lebih lemah dan belanja negara yang sangat kuat,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. 
 
Angka defisit itu lebih tinggi ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada semester I 2018, pemerintah mencatat defisit APBN hanya berkisar Rp 151,05 triliun atau 1,02 persen terhadap PDB. 
 
Defisit berasal dari selisih realisasi belanja negara sebesar Rp 1.236,54 triliun dan pendapatan yang hanya Rp 1.052,83 triliun. Rendahnya realisasi pendapatan negara terpangaruh oleh penerimaan pajak yang hanya tumbuh tipis. 
 
Kemenkeu mencatat, hingga akhir Juli, realisasi penerimaan pajak hanya Rp 705,59 triliun atau cuma tumbuh 2,68 persen secara year on year. Perlambatan penerimaan pajak dipengaruhi oleh peningkatan restitusi dan eksalasi perang dagang Amerika Serikat-Cina sebagai pendorong dari sisi eksternal. 
 
Selain itu, aktivitas impor tercatat loyo. Kondisi itu dibuktikan dari penerimaan pajak atas impor mengalami kontraksi -2,99 persen secara year on year. Adapun  harga komoditas dunia yang melemah disinyalir juga menjadi penyebab perlambatan penerimaan. 
 
Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak masih mampu ditopang oleh sektor lainnya, seperti pajak bumi dan bangunan yang tumbuh 1.215,31 persen secara year on year. Sedangkan PPh nomigas tercatat tumbuh 5,27 persen. 
 
Adapun penerimaan perpajakan hingga akhir Juli 2019 hanya mencapai Rp 810,7 triliun. Realisasi ini terhitung cuma 45,4 persen dari target. 
 





Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

16 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat kemarin 25 November dimulai dari BLT BBM akan cair lagi di bulan depan.


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

1 hari lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

1 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

1 hari lalu

APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

Sri Mulyani menuturkan defisit APBN akan terjadi sampai akhir tahun, namun angkanya membaik dan masih sesuai dengan target dalam Perpres.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

1 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.


Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

2 hari lalu

Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

Anggaran pemerintah daerah atau pemda yang tersimpan di bank mencapai Rp278,7 triliun per Oktober 2022


Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

2 hari lalu

Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Sri Mulyani akan mempertimbangkan pemberian bantuan untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)


Optimistis Ekonomi Tahun Ini 5,3 Persen, Sri Mulyani: Indeks Keyakinan Konsumen Masih Tinggi

2 hari lalu

Optimistis Ekonomi Tahun Ini 5,3 Persen, Sri Mulyani: Indeks Keyakinan Konsumen Masih Tinggi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 5,3 persen.


Ini Perbedaan Modal Asing yang Keluar dari RI dan Negara Maju di 2022

2 hari lalu

Ini Perbedaan Modal Asing yang Keluar dari RI dan Negara Maju di 2022

Sri Mulyani menyebutkan terdapat modal asing keluar bersih alias net outflow sebesar Rp89,57 triliun.