Sri Mulyani Paparkan Realisasi APBN, Utang RI Tembus Rp 4.603 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Rapat kerja tersebut membahas pengesahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Bea Materai dan BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN edisi Agustus 2019. Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tercatat di atas 5 persen di tengah pelemahan ekonomi global.
 
Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi salah satunya ditopang belanja negara sampai akhir Juli yang telah mencapai 50,2 persen. “Realisasi belanja negara Rp 1.236 triliun meningkat 7,93 year on year,” ujarnya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. 
 
Selain realisasi belanja, Kementerian Keuangan turut mencatat utang pemerintah pusat pada Juli 2019. Total utang saat ini mencapai Rp 4.603,62 triliun dengan asumsi pendapatan produk domestik bruto per kapita Rp 15.599,01. Jumlah utang tersebut naik sebesar Rp 346,28 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya. 
 
Pada 2018, utang pemerintah hanya sebesar Rp 4.257,34 triliun. Adapun total utang yang tercatat sampai akhir Juli ini berasal dari pinjaman dan surat berharga. Berdasarkan buku kinerja dan fakta APBN semester I 2019, utang yang berasal dari pinjaman tercatat sebesar Rp 782,72 triliun. 
 
Komponen pinjaman itu terdiri atas pinjaman luar negeri dan dalam negeri. Kementerian Keuangan merinci, semuber pinjaman luar negeri berasal dari perjanjian bilateral, multilateral, komersial, dan suppliers. Jumlah pinjaman dari luar negeri mencapai Rp 775,30 triliun. 
 
Kementerian Keuangan menyebutkan, pinjaman dalam negeri tercatat sebesar Rp 7,42 triliun. Sementara itu, pinjaman dari surat berharga memiliki porsi paling banyak, yakni mencapai Rp 3.820,90 triliun. Sumber utang surat berharga berasal dari denominasi rupiah yang terdiri atas surat utang negara dan surat berharga syariah yang mencapai Rp 2.788,30 triliun. Selain itu, utang berasal dari donominasi valas sebesar Rp 1.032,6 triliun. 
 
Saat ini, pemerintah tengah melakukan pendalaman pasar domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman bervaluta asing. Pinjaman itu diwujudkan dalam penyebaran surat utang atau SBN seri ritel. Terakhir, pemerintah menerbitkan SBR seri 007. 
 
FRANCISCA CHRISTY ROSANA





Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

13 menit lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Belanja Infrastruktur 2023 Rp 392,1 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Selesaikan PSN, IKN dan...

2 jam lalu

Belanja Infrastruktur 2023 Rp 392,1 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Selesaikan PSN, IKN dan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran belanja negara tahun 2023 untuk infrastruktur di Indonesia sebesar Rp 392,1 triliun.


Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

2 jam lalu

Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara pada tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp 3.061,2 triliun.


Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

3 jam lalu

Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

Negara-negara Afrika yang menghadapi krisis pangan, membutuhkan dukungan likuiditas. Dalam beberapa kasus ada negara yang membutuhkan keringanan utang


Sri Mulyani Targetkan Pendapatan Negara Tahun Depan Rp 2.463 T: Cermin Kehati-hatian

3 jam lalu

Sri Mulyani Targetkan Pendapatan Negara Tahun Depan Rp 2.463 T: Cermin Kehati-hatian

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan APBN 2023 dirancang untuk tetap menjaga optimisme dan sekaligus pemulihan ekonomi.


Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

4 jam lalu

Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

Sri Mulyani menyatakan Indonesia dapat menangani pandemi sekaligus mengelola dampak sangat baik dibandingkan banyak negara-negara lain di dunia.


6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

4 jam lalu

6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

Besaran APBN 2023 sebesar Rp3.061,2 triliun; dengan defisit Rp598,2 triliun atau 2,84 persen.


Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

4 jam lalu

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

Presiden Jokowi membeberkan strategi Indonesia merespons tantangan ekonomi global yang bergejolak. APBN 2023 dipastikan berfokus pada 6 kebijakan.


APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Ketahanan Pangan Terkecil

4 jam lalu

APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Ketahanan Pangan Terkecil

Alokasi APBN 2023 itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp2.246,5 triliun rupiah, dan transfer ke daerah sebesar Rp814,7 triliun.


Jokowi Kutip Pernyataan Bos IMF: Di Tengah Dunia yang Gelap, RI Adalah Titik Terang

4 jam lalu

Jokowi Kutip Pernyataan Bos IMF: Di Tengah Dunia yang Gelap, RI Adalah Titik Terang

Presiden Jokowi mengutip pernyataan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) yang memuji kondisi ekonomi Indonesia.