Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Semester I Tumbuh 5,06 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Rapat kerja tersebut membahas pengesahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Bea Materai dan BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,06 persen secara year on year pada semester I-2019. Menurut dia, angka pertumbuhan ini tergolong luar biasa di tengan kondisi ketidakpastian ekonomi global. 
 
“Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen ini exceptional (luar biasa),” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2019. 
 
Dalam konferensi pers terkait anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN semester I 2019 bertajuk “APBN KiTa”, Sri Mulyani mengakui pertumbuhan ekonomi masih terpapar oleh eskalasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina yang memanas pada Juli hingga Agustus. Ia mengatakan situasi pelemahan ekonomi diperkuat dengan munculnya pusat krisis baru dan adanya tekanan perdagangan internasional. 
 
Mantan Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan bahwa pusat pusat krisis baru imbas tensi politik itu bermuara di Jepang, Korea, Argentina, dan Hong Kong. Pelemahan ekonomi juga terjadi karena adanya pembalikan kurva imbal hasil Amerika Serikat serta perang dagang antara AS dan Cina yang mengerucut menjadi perang mata uang. 
 
Sri Mulyani menerangkan, perang mata uang berimbas pada melemahnya yuan di pekan pengujung bulan ini. Meski demikian, ia mengakui perekonomian Indonesia masih merangkak tumbuh karena beberapa faktor. 
 
Sepanjang semester I, pertumbuhan ekonomi didorong oleh kuatnya konsumsi dan kebijakan tambahan modal belanja pemerintah. Kemudian, inflasi pada Juli 2019 masih terkontrol di kisaran 3,32 persen. Realisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar secara year to date pada akhir Juli 2019 pun tergolong masih kuat, yakni Rp 14.215. 
 
"Faktor lain ialah kebijakan dovish dari The Fed serta kebijakan pemberian stimulus ekonomi dari ECB yang telah membuka ruang mengalirnya modal ke emerging market, termasuk Indonesia,” ujar Sri Mulyani.  Kondisi tersebut diakui menstimulus penguatan nilai rupiah. 
 
Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan Indonesia mesti waspada terhadap kondisi ketidakpastian ekonomi global yang akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi kuartal selanjutnya. Di sisi lain, Sri Mulyani menyoroti harga minyak mentah Indonesia yang pada semester I tercatat US$ 63,1 per barel. Sedangkan pada Juli 2019, secara year to date, harga minyak mentah tercatat US$ 62,9 per barel. Harga ini lebih rendah ketimbang asumsi APBN 2019 yang sebesar US$ 70 per barel. 
 
Sri Mulyani juga mencatat turunnya lifting minyak dan gas. Realisasi sepanjang semester I menunjukkan lifting minyak hanya sebesar 755 ribu barel per hari. Angka ini lebih rendah ketimbang asumsi APBN yang mencapai 775 ribu per baerl per hari. Sedangkan lifting realisasi lifting gas tercatat sebesar 1.054 ribu barel setara minyak per hari. Melongok asumsi APBN 2019, lifting gas semestinya mencapai 1.250 barel setara minyak per hari. 
 





Jokowi Pamer Lagi Capaian Ekonomi RI: Semua Kepala Negara Pusing, Indonesia Tidak

37 menit lalu

Jokowi Pamer Lagi Capaian Ekonomi RI: Semua Kepala Negara Pusing, Indonesia Tidak

Jokowi bersyukur perekonomian Indonesia berada di posisi yang baik ketika ekonomi di negara lain dan global dalam kondisi yang sulit.


Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

2 jam lalu

Luhut Sebut Warga Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi, Sri Mulyani: Dibahas Dulu

Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih akan membahas rencana pemberian subsidi pembelian motor listrik.


Sri Mulyani Sebut Kaum Muda Beruntung Saksikan Respons Negara Hadapi Krisis Global

2 jam lalu

Sri Mulyani Sebut Kaum Muda Beruntung Saksikan Respons Negara Hadapi Krisis Global

Dalam kondisi yang serba tak pasti, Sri Mulyani mengatakan generasi muda dapat melihatnya sebagai bekal pada masa mendatang.


Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Krisis Pangan dan Energi 2023

4 jam lalu

Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Krisis Pangan dan Energi 2023

Sri Mulyani melihat potensi memburuknya perekonomian telah bergeser dari ancaman pandemi ke krisis global.


Terpopuler Bisnis: Demo Besar-besaran Tolak UMP DKI 2023, Sri Mulyani Beberkan Belanja Infrastruktur 2023

4 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Demo Besar-besaran Tolak UMP DKI 2023, Sri Mulyani Beberkan Belanja Infrastruktur 2023

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 1 Desember 2022 antara lain tentang demo besar-besaran tolak UMP DKI 2023 dijadwalkan sepekan.


Sri Mulyani Minta Generasi Muda Pikirkan RI saat Genap 100 Tahun, Jangan Menua tapi Miskin

13 jam lalu

Sri Mulyani Minta Generasi Muda Pikirkan RI saat Genap 100 Tahun, Jangan Menua tapi Miskin

Sri Mulyani Indrawati khawatir jika masyarakat Indonesia belum bisa makmur di 2045 atau ketika RI menginjak usia 100 tahun.


Sri Mulyani: APBN 2023 Dirancang Defisit 2,84 Persen dari PDB, Demi Kesehatan Keuangan RI

15 jam lalu

Sri Mulyani: APBN 2023 Dirancang Defisit 2,84 Persen dari PDB, Demi Kesehatan Keuangan RI

Sri Mulyani mengatakan pada tahun 2022, belanja APBN sebesar Rp 3.106,4 triliun dan defisit diperkirakan turun lagi menjadi Rp 598 triliun.


Terkini Bisnis: Belanja Ketahanan Pangan Naik Tahun Ini, KPPU Akan Panggil Google

16 jam lalu

Terkini Bisnis: Belanja Ketahanan Pangan Naik Tahun Ini, KPPU Akan Panggil Google

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis sore, 1 Desember 2022 antara lain tentang belanja ketahanan pangan meningkat menjadi Rp 104,2 triliun.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

17 jam lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Belanja Infrastruktur 2023 Rp 392,1 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Selesaikan PSN, IKN dan...

20 jam lalu

Belanja Infrastruktur 2023 Rp 392,1 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Selesaikan PSN, IKN dan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran belanja negara tahun 2023 untuk infrastruktur di Indonesia sebesar Rp 392,1 triliun.