Penurunan Suku Bunga BI, Bos Astra: Harus Disiasati dengan Baik

Presiden Direktur PT. Astra International Tbk. Prijono Sugiarto memberikan sambutan pada peringatan satu dasawarsa Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim di Catur Darma Hall Menara Astra, 17 Januari 2019. Prijono Sugiarto mengatakan, Ini adalah satu cita-cita yang luhur dari almarhum Michael D. Ruslim yang menginginkan Indonesia sejahtera. TEMPO/Faisal Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk. menyambut baik keputusan Bank Indonesia atau BI yang menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Dia mengatakan penurunan ini sinyal positif bagi pelaku usaha tahun depan.

"BI menurunkan suku bunga lagi hal ini menandakan kebijakan ini harus disiasati dengan baik. Apalagi, sudah setengah tahun pertama ini penjualan roda 4 mengalami kesulitan. Apakah besok akan catch up, kita tunggu saja," kata Prijono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 26 Agustus 2019.

Prijono mengatakan, siasat tersebut harus dilakukan untuk menyusun strategi ekspansi dan menjaga keberlanjutan usaha pada 2020. Mengingat, tantangan di industri otomotif yang tengah melambat hingga semester 1 2019. Misalnya, penjualan mobil yang menurun antara 9-10 persen dan penjualan motor yang cenderung flat di angka 6,3 persen.

Data dari Gaikindo menunjukkan, sepanjang semester 1 2019 total penjualan mobil telah menurun sebesar 13 persen atau jumlahnya menjadi 481.557 ribu dari sebelumnya 553.773 ribu. Meski menurun, pangsa pasar milik Astra justru naik dari sebelumnya 48 persen menjadi 53 persen.

Sebelumnya, BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin atau bps menjadi 5,5 persen. Selain itu, BI juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen masing-masing sebesar 25 bps.

"Kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen serta tetap menariknya imbal hasil pasar keuangan domestik sehingga ikut mendukung stabilitas eksternal," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat mengelar konferensi pers di Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019

Keputusan untuk menurunkan tingkat suku bunga tersebut juga sejalan dengan kebijakan pre-emptive BI. Khususnya untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi domestik ke depan. Apalagi, ke depan ekonomi domestik masih harus menghadapi dampak dari adanya pelambatan ekonomi global.

 






Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

20 jam lalu

Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve akan mencapai puncak.


Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

20 jam lalu

Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani membeberkan proyeksi pertumbuhan ekononi Indonesia pada tahun 2023.


Hadapi Ancaman Krisis Global, Gubernur BI: Hidup adalah Ketidakpastian

22 jam lalu

Hadapi Ancaman Krisis Global, Gubernur BI: Hidup adalah Ketidakpastian

BI membeberkan tiga langkah yang akan diambil Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pada masa mendatang.


RI Segera Punya Rupiah Digital, BI Sebut 3 Alasannya

22 jam lalu

RI Segera Punya Rupiah Digital, BI Sebut 3 Alasannya

Bank Indonesia telah meluncurkan White Paper pengembangan rupiah digital pada 30 November 2022.


Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

1 hari lalu

Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

Dua gelar itu adalah Bank Pendukung UMKM Terbaik dan Bank Konvensional Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah dan Valas Terbaik.


Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

Rupiah kemungkinan akan bergerak di level Rp 15.400-15.470 sepanjang hari ini.


Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

1 hari lalu

Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

Pengembang di Indonesia diimbau untuk mewaspadai sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja sektor properti pada 2023.


Simak Jadwal Operasional Terbaru Bank Indonesia Menjelang Natal dan Tahun Baru

3 hari lalu

Simak Jadwal Operasional Terbaru Bank Indonesia Menjelang Natal dan Tahun Baru

Bank Indonesia atau BI menyesuaikan jadwal kegiatan operasional selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023. Simak detailnya berikut ini.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

3 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat modal asing masuk Rp9,64 triliun ke pasar keuangan Indonesia dalam satu pekan ini.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

4 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.