Penjualan Mobil Susut 6 Persen, Bos Astra: Masih Ada Potensi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil produksi PT Astra Internasional Tbk. atau ASII menyusut sebesar 6 persen atau setara 253 ribu unit, sepanjang semester 1 2019. Meski menurun, Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto mengatakan, pasar mobil masih berpotensi.

    "Yang jelas masih ada potensi di bidang permobilan. Karena itu, kami beranikan diri gelontorkan belanja moda agar tetap xi Apalagi, kami masih jadi lowest cost producer," kata Prijono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 26 Agustus 2019.

    Prijono menjelaskan, potensi tersebut juga terlihat dengan keberanian produsen mobil asal Cina yang telah masuk ke pasar Indonesia. Produsen tersebut, berani membuat kapasitas produk mobil sebesar 120 ribu, namun total penjualan baru sebesar 20 ribu.

    Penjualan mobil yang menurun tersebut menunjukkan persaingan yang cukup ketat di industri ini. Apalagi, dengan masuknya produsen asal Cina membuat industri ini menghadapi perang diskon diantara produsen.

    Data dari Gaikindo menunjukkan, sepanjang semester 1 2019 penjualan mobil menurun sebesar 13 persen atau jumlahnya menjadi 481.557 ribu dari sebelumnya 553.773 ribu. Meski menurun, pangsa pasar milik Astra justru naik dari sebelumnya 48 persen menjadi 53 persen.

    Penjualan mobil yang menurun tersebut kemudian ikut berefek pada total laba yang diterima Astra Grup. Dalam laporan yang diunggah keterbukaan informasi, total laba bersih yang diraup mencapai Rp 9,8 triliun sepanjang semester 1 2019. Angka ini menurun jika dibandingkan semester yang sama 2018 yang menembua Rp 10,3 triliun.

    Adapun sumbangan sektor industri otomotif tersebut memberikan kontribusi sebesar 35 persen dari total laba. Jumlah ini menurun dari sebelumnya mencapai 40 persen pada semester 1 2018.

    "Penurunan laba ini sejalan dengan lemahnya konsumsi domestik, sedang menurunnya harga komoditas dan juga penjualan mobil dan motor yang masih flat tahun ini. Selain itu penjualan alat berat juga ikut drop," kata Prijono.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.