Kisah Perry Warjiyo, dari Anak Petani Jadi Gubernur BI

Reporter

Editor

Rahma Tri

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menceritakan kisah perjalanan hidupnya hingga menduduki posisi penting sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia. Ia berujar, pada mulanya dirinya hanya seorang anak petani di desa, sebagai anak keenam dari sembilan bersaudara.

"Perry anak desa, anak petani dari Gawok, Kartasura, 15 kilometer dari Solo. Saya mendoakan almarhum-almarhumah orang tua saya insyaaAllah husnul khotimah, inilah anaknya yang dididik," ujar dia saat berbincang dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani dalam acara Kadin Talks di Menara Kadin, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Kata Perry, ayahnya dulu berprofesi sebagai petani. Sejak kecil hingga dia menjejak tingkat sekolah dasar, ayahnya bergelut sebagai petani tembakau yang cukup sukses. Namun menjelang kelulusannya, ayahnya bangkrut. "Lalu beliau menjadi petani saja, sambil menjadi pamong desa, bayan dengan wilayah dua desa."

Meski dilahirkan sebagai anak petani, Perry mengatakan orang tuanya selalu berpesan bahwa dengan sembilan anak dan tanah yang tidak bertambah, tidak mungkin anaknya bisa sukses bila hanya menjadi petani. Sehingga, orang tuanya berkomitmen siap membiayai Perry dan saudaranya untuk terus bersekolah. "Jadi dipesankan agar mewarisi ilmu karena dengan ilmu itu akan terus bertambah," tuturnya.

Walau sudah ada pesan demikian, Perry mengatakan perjalanannya bersekolah dan berkuliah tidak semulus itu. Ia mengaku hampir tak bisa berkuliah karena orang tuanya tidak punya uang. Akhirnya, demi menguliahkan Perry, ibunya mencoba pinjam dari satu desa dan meraup Rp 35 ribu untuk dia berkuliah.

Duit Rp 35 ribu itu dipergunakan untuk keperluan Perry mendaftar kuliah. Sebesar Rp 25 ribu untuk membeli formulir pendaftaran, sementara Rp 10 ribu untuk biaya transportasi dari Solo ke Yogyakarta.

Mulanya, Perry Warjiyo muda hendak mendaftar jurusan kedokteran, namun uangnya itu tidak cukup. Sehingga akhirnya ia pun mendaftar jurusan Ekonomi.

Setelah mendaftar, Perry mengatakan tantangan kembali datang. Ia mesti mencari uang untuk mengantarkannya lulus menjadi sarjana. "Meski jadi kenek atau apapun dilakukan untuk lulus S1," tutur dia.

Selepas lulus S1, ia masuk ke Bank Indonesia dan dibiayai untuk kuliah pada1986. Ia meraih gelar master pada 1989 dan meraih Ph.D pada 1991. "Jadi 4,5 tahun S2-S3, karena ilmu, ilmu, ilmu, ilmu, dan ilmu," tutur Gubernur BI. "Terima kasih kepada almarhum dan almarhumah orang tua yang mendidik saya, ilmu setinggi apapun akan saya cari," kata Perry Warjiyo.

CAESAR AKBAR






Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

18 jam lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

2 hari lalu

Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

Di banyak industri, bahan tambang nikel yang ditemukan pada 1751 ini sudah banyak digunakan, untuk apa saja? Salah satunya untuk peralatan militer.


11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

3 hari lalu

11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah 11 tahun. Dibentuk menggantikan Bapepam-LK, saat terjadinya konglomerasi sistem keuangan pada 2009.


Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

3 hari lalu

Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanajang Januari-September 2022 tembus 250,47 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp231,8 T.


Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

4 hari lalu

Curhat Gubernur BI Mati-matian Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Turun jadi USD 130,1 M

Gubernur BI Perry Warjiyo blak-blakan menjelaskan bahwa pihaknya selama ini berupaya semaksimal mungkin agar bisa menstabilkan kurs rupiah.


Perry Warjiyo: Perpindahan Bank Indonesia ke IKN Masuk dalam Kebijakan 2023

5 hari lalu

Perry Warjiyo: Perpindahan Bank Indonesia ke IKN Masuk dalam Kebijakan 2023

BI mulai menyiapkan perpindahan bank sentral ke Ibu Kota Negara (IKN) baru pada 2023.


Ekonom Prediksi Rupiah Menguat di Akhir Tahun: Marak IPO dan Rights Issue

6 hari lalu

Ekonom Prediksi Rupiah Menguat di Akhir Tahun: Marak IPO dan Rights Issue

Potensi penguatan nilai tukar rupiah antara lain berasal dari faktor berkurangnya tekanan inflasi dan meningkatnya aktivitas di pasar modal.


4 Penyebab Kurs Rupiah Masih Melemah di Rentang 15.600-an per Dolar AS

6 hari lalu

4 Penyebab Kurs Rupiah Masih Melemah di Rentang 15.600-an per Dolar AS

Kurs rupiah terhadap dolar AS masih melemah kendati BI sudah mengerek suku bunga acuan atau BI 7 days repo rate (BI7DRR) menjadi 5,25 persen.


Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

7 hari lalu

Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

Bank Indonesia (BI) berdasarkan Survei Pemantauan Harga memperkirakan inflasi hingga minggu ketiga November 2022 mencapai 0,13 persen


Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

8 hari lalu

Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

BI mengumumkan transaksi berjalan di Tanah Air kembali naik pada kuartal ketiga tahun 2022 ini. Hal tersebut didorong oleh kuatnya kinerja ekspor.