BPJS Kesehatan Defisit, Ini Daftar Penyakit dengan Klaim Terbesar

Reporter

Editor

Rahma Tri

Suasana ruang tunggu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tampak normal dan tak ada antrean menular meski harus melayani tambahan rujukan dari Puskesmas setelah terbitnya Berdasarkan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Tahun 2018 soal rujukan berjenjang. Rabu, 3 Oktober 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat, defisit BPJS Kesehatan terus melebar sejak 2014 lalu. Tahun ini, defisit keuangan yang ditanggung BPJS Kesehatan diestimasikan mencapai Rp 28,5 triliun pada tahun ini. Salah satu sumber utama defisit itu adalah pembayaran klaim peserta BPJS Kesehatan yang sangat besar. 

Selama tahun 2018, BPJS Kesehatan telah menghabiskan dana Rp 79,2 triliun  untuk pembayaran klaim 84 juta kasus penyakit peserta. Aktuaris BPJS Kesehatan Ocke Kurniandi mengatakan penyakit katastropik atau penyakit perlu perawatan khusus dan berbiaya tinggi yang paling banyak membebani anggaran dari BPJS Kesehatan, yakni sebesar Rp 18 triliun atau 22 persen dari total dana pelayanan yang digunakan tahun lalu. "Biaya terbesar yang ditanggung seperti kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan penyakit aliran darah lainnya," kata dia kepada Tempo, Sabtu 24 Agustus 2019.

Ia mengungkapkan, untuk membayar klaim penyakit jantung, BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sampai Rp 9,3 triliun. Lalu untuk penyakit stroke, dikeluarkan uang senilai Rp 2,2 triliun.

Kemudian BPJS Kesehatan juga mencatat, pembayaran untuk pengobatan atau klaim penyakit kanker mencapai Rp 2,9 triliun. Adapun untuk kasus gagal ginjal dikucurkan Rp 2,1 triliun Sementara untuk penyakit darah seperti talasemia, dibayarkan klaim sebesar Rp 430 miliar.

Selain penyakit, Ocke menambahkan, anggaran BPJS Kesehatan juga digunakan untuk membiayai persalinan. Karena menurut Ocke angka kelahiran Indonesia cukup tinggi karena disebabkan banyaknya angkatan muda yang menikah. Namu ia tidak memberikan angka pasti terkait anggaran yang digunakan untuk membiayai persalinan. "Besarnya saya lupa angkanya, kalau persalinan jumlah penduduk kan tergantung fasilitas maksudnya tingkat kelahiran," tuturnya.

Catatan Kementerian Keuangan, pada 2014, defisit BPJS Kesehatan senilai Rp 1,9 triliun  dan setahun kemudian membengkak menjadi Rp 4,4 triliun. Pada 2016 defisit BPJS Kesehatan tercatat Rp 6,7 triliun. Namun, dengan bantuan pemerintah Rp 6,8 triliun, angkanya pun surplus menjadi Rp 100 miliar. Setahun kemudian, angka defisit kembali menganga ke angka Rp 13,8 trliun. Suntikan dana pemerintah Rp 3,6 triliun berhasil memangkas defisit menjadi Rp 10,2 triliun. 

EKO WAHYUDI






Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

1 jam lalu

Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan membeberkan pandangannya soal layanan BPJS Kesehatan yang belakangan memicu kontroversi.


Dirut BPJS Kesehatan Terpilih Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

14 jam lalu

Dirut BPJS Kesehatan Terpilih Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

Hasil ini didapatkan berdasarkan data pemantauan media sosial oleh PR Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Indicator.


Program Rehab Mudahkan Peserta JKN Bayar Tunggakan

15 jam lalu

Program Rehab Mudahkan Peserta JKN Bayar Tunggakan

Program Rehab memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta yang menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan.


BPJS Kesehatan Pastikan Jaminan Kesehatan bagi Hakim dan ASN di Institusi Peradilan

15 jam lalu

BPJS Kesehatan Pastikan Jaminan Kesehatan bagi Hakim dan ASN di Institusi Peradilan

Kepastian tersebut tertuang dalam nota kesepahaman per 8 November 2022.


BPJS Kesehatan Terapkan Simplifikasi untuk Sembilan Kondisi Ini

15 jam lalu

BPJS Kesehatan Terapkan Simplifikasi untuk Sembilan Kondisi Ini

Pasien untuk sembilan jenis perawatan semakin mudah mengurus rujukan dan memperpanjanga masa rujukan.


Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

16 jam lalu

Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

Untuk mencapai Desa Seumirah tempatnya mengabdi harus melintasi hutan, jalan berbatu, dan sungai.


Perjuangan Siti Ramlah, Ibu Tangguh dengan 2 Anak Pengidap Talasemia

17 jam lalu

Perjuangan Siti Ramlah, Ibu Tangguh dengan 2 Anak Pengidap Talasemia

Putra pertama menjalani pengobatan selama 18 tahun hingga berpulang. Ternyata anak bungsunya mengalami gejala serupa.


Pengalaman Pengemudi Ojek Online Kerap Tertolong JKN

18 jam lalu

Pengalaman Pengemudi Ojek Online Kerap Tertolong JKN

Restu sempat beberapa kali harus rawat inap dan menjalan operasi di rumah sakit. Semuanya gratis karena program JKN.


Pemkab Klungkung Terus Berinovasi Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

18 jam lalu

Pemkab Klungkung Terus Berinovasi Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan, Pemkab Klungkung meluncurkan Program Rujuk Balik di Rumah Saja, menyediakan ambulans laut dan menerapkan sistem global budget.


Perawat RS Bhayangkara: Ratusan Pasien Cuci Darah Terbantu Program JKN

21 jam lalu

Perawat RS Bhayangkara: Ratusan Pasien Cuci Darah Terbantu Program JKN

Biaya cuci darah dalam setahun mencapai ratusan juta rupiah. Peserta JKN tak perlu membayar sepeser pun.